Temukan Dokter yang Tepat

Cari dan temukan dokter yang tepat untuk kebutuhan medis Anda, dan buat janji dengan langkah mudah

Berita & Acara

Kabar Terbaru Hermina

Program CSR WOM Finance Donasikan Alat Pelindung Diri Kepada RS Hermina Palembang

Program CSR WOM Finance Donasikan Alat Pelindung Diri Kepada RS Hermina Palembang

Halo Sahabat Hermina . Kemarin tanggal 9 September 2020 PT WOM Finance Cabang Palembang telah mendonasikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk RS Hermina Palembang dalam Program CSR. Dalam penyerahan APD tersebut PT WOM Finance dihadiri oleh Bapak Audi Pramadita Putra (BU Head WOM Region Sumbagsel), Bapak Kesuma Iwari (Kepala Cabang WOM Palembang, dan Bapak Anton Prasetyo ( Area HC Manager Sumbagsel ) Untuk perwakilan dari RS Hermina Palembang sendiri dihadiri oleh Dr. Saza Fitria (Manager Marketing RS Hermina Palembang), Bayu Haldi Putra ( Manager HRD RS Hermina Palembang), dan A. Yulius Marta, SKep,Ns, M.Kes (IPCN RS Hermina Palembang APD yang di donasikan berupa Hazmat 100 pcs, Masker bedah 20 Box, dan Gloves 65 Box. Dr Saza Fitria mengucapkan terima kasih kepada WOM Finance yang telah berbaik hati mendonasikan APD ke RS Hermina Palembang, seperti yang kita ketahui APD yang seperti ini sangat dibutuhkan bagi tenaga Medis dalam menanggulangi Pademi Covid-19 ini.

Klinik Laktasi

Klinik Laktasi

Salam sehat Sahabat Hermina , Untuk Bunda yang merasa bingung atau punya masalah terkait bagaimana memberikan Asi yg maksimal bagi si kecil, Yu konsultasikan segera di KLINIK LAKTASI RS Hermina Pasteur Konsultasikan Kesehatan Anda di RS Hermina Pasteur dan Gunakan Mobile Aplikasi untuk mempermudah pendafataran. Download Mobile Aplikasi di Google Plya Store ( Ketik : PT. Medikaloka Hermina )

Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit Hermina Arcamanik Tahun 2020

Indikator Mutu Pelayanan Rumah Sakit Hermina Arcamanik Tahun 2020

Pelayanan Rumah Sakit Tahun 2020 merupakan pelayanan prioritas yang dipantau oleh RS. RS Hermina Arcamanik berkomitmen untuk memperhatikan kualitas layanan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan indikator mutu yang terkait dengan pelayanan tersebut.

Fitur Unggulan

Layanan Unggulan Rumah Sakit Hermina

Produk unggulan lengkap untuk kebutuhan medis Anda

RS Hermina
Hermina

Cerita Singkat RS Hermina Sejak 1985

Rumah Sakit Hermina mengawali kegiatannya dengan mendirikan “Rumah Sakit Bersalin (RSB) Hermina” yang terletak di Jl. Raya Jatinegara Barat no. 126, Jakarta Timur, pada tahun 1985. Semula, Rumah Sakit ini bernama “Rumah Bersalin Djatinegara” dengan kapasitas 7 tempat tidur, yang didirikan atas prakarsa Ibu Hermina Sulaiman pada tahun 1967. Sampai awal tahun 2020, Rumah Sakit Hermina telah memiliki 34 Rumah Sakit Umum (RSU) yang tersebat di seluruh Indonesia.

  • Komitmen peningkatan mutu layanan berkelanjutan
  • Kemampuan komunikasi untuk menjalin hubungan yang baik
  • Lingkungan dengan kompetensi tenaga kesehatan terkini
Pelajari Selengkapnya
Tentang Kami

Tumbuh, Sehat, dan Berumur Panjang bersama Hermina

Melalui upaya berkelanjutan dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan terdepan bagi Indonesia, Rumah Sakit Hermina dibangun untuk semua lapisan masyarakat melalui program layanan kesehatan yang preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif dengan dukungan staf kesehatan yang berpengalaman dan profesional. Bersama Rumah Sakit Hermina di sisi Anda, kami akan selalu mendampingi keluarga Indonesia menuju masyarakat yang sehat sejahtera.

  • BertumbuhUpaya berkelanjutan menambah jaringan, jenis dan jumlah pelayanan rumah sakit.
  • MenghubungkanMenjadi konseptor, fasilitator, koordinator, supervisor dan pembinaan untuk mendukung jaringan rumah sakit.
  • ProfesionalMenjalankan pengelolaan Perseroan secara profesional dengan mempunyai rasio keuangan yang sehat.
  • BerkelanjutanKaderisasi eksekutif yang profesional, loyal dengan mewariskan sistem dan value kepada generasi selanjutnya.
RS Hermina

Penghargaan Rumah Sakit Hermina

+

Dokter Ahli

Juta

Pasien di 2019

+

Rumah Sakit

%

Pertumbuhan bisnis

Layanan

Pelayanan Spesialistik di Hermina

Dokter

Temukan Dokter Berpengalaman di Hermina

Artikel Kesehatan

Informasi Kesehatan untuk Anda

Pentingnya Imunisasi Pada Anak

Pentingnya Imunisasi Pada Anak

Sahabat Hermina, imunisasi harus tetap diberikan kepada anak sejak dini untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya di kemudian hari. Dengan melakukan imunisasi, bukan berarti anak tidak akan terjangkit penyakit tersebut, namun gejala yang dialami atau efeknya akan lebih ringan. Di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini, banyak orang tua khawatir jika harus membawa anaknya melakukan imunisasi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga banyak yang melewatkan jadwal imunisasi anak. Padahal di tengah situasi seperti sekarang ini, penting bagi anak mendapatkan vaksin yang dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegahnya dari berbagai virus dan bakteri penyebab berbagai penyakit, khususnya COVID-19. Apakah Ada Perbedaan Antara Istilah Imunisasi dan Vaksinasi? Sebenarnya imunisasi merujuk pada proses saat seseorang menjadi kebal terhadap suatu penyakit atau infeksi tertentu. Salah satu cara imunisasi adalah dengan vaksinasi atau pemberian vaksin. Namun, imunisasi tidak hanya dapat dilakukan dengan vaksinasi, tetapi juga dapat dengan pemaparan terhadap penyakit atau infeksi tersebut. Umumnya, kedua istilah tersebut disamakan pengertiannya. Jadwal Imuniasi Anak Usia 0-18 Bulan Agar tidak bingung kapan tepatnya harus memberikan imunisasi pada anak, Sahabat Hermina bisa menggunakan jadwal berikut:          Setelah lahir               : Hepatitis B-0 dan Polio 0          Usia 1 Bulan              : BCG          Usia 2 Bulan              : Pentavalen-I dan Polio Oral-I          Usia 3 Bulan              : Pentavalen-II dan Polio Oral-II          Usia 4 Bulan              : Pentavalen-III, Polio Oral-III, Polio Injeksi          Usia 9 Bulan              : Campak          Usia 18 Bulan            : Pentavalen IV, Polio Oral IV, Campak-II Efek Samping Imunisasi Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betuk-betul bekerja secara tepat. Berikut adalah beberapa contoh efek samping imunisasi yang dapat terjadi pada anak: BCG : Timbul pembengkakan (bisul) paling sering 4-6 minggu ditempat suntikan. Kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan menjadi luka dengan garis tengah ±10 mm. Luka akan sembuh dengan sendiri dengan meninggalkan luka parut yang kecil.   DPT: Kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT. Namun panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus dan akan sembuh sendiri.Bila gejala diatas tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan Imunisasi tidak perlu diulang.   POLIO : Jarang menimbulkan efek samping. Efek samping yang mungkin terjadi berupa kelumpuhan, tetapi jika itu terjadi artinya sang anak sudah terkena polio sebelum diberikan imunisasi polio.   CAMPAK: Ada peluang anak akan mengalami demam, kadang disertai dengan kemerahan 4-10 hari sesudah penyuntikan.   HEPATITIS: Efek lokal (nyeri di tempat suntikan) dan sistemis (demam ringan, lesu, perasaan tidak enak pada saluran pencernaan), yang akan hilang dalam beberapa hari. Perlu diingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan daripada efek penyakit bila bayi tidak diimunisasi. Cara Penanganan Efek Samping Yang Ditimbulkan Dari Imunisasi. Apabila mengalami demam, anak dapat diberikan paracetamol atau ibuprofen, tergantung usia anak. Untuk dosis tepatnya dapat dikonsultasikan pada dokter. Jika anak mengalami muntah atau diare, berikan cairan sesering mungkin dan awasi tanda atau gejala terjadinya dehidrasi seperti misalnya buang air kecil yang tidak sesering biasanya. Jika ada reaksi lain yang tidak terduga sehabis imunisasi, sebaiknya konsultasi kembali ke dokter yang menangani. Sahabat Hermina, tidak perlu takut untuk mengimunisasi anak. Karena dengan imunisasi, kita bisa melindungi anak dari penyakit-penyakit berbahaya yang dapat mengintai anak di masa depan. Salam sehat.    

Tips Agar Kesehatan Mata Tetap Terjaga

Tips Agar Kesehatan Mata Tetap Terjaga

Mata adalah motor kehidupan manusia. Di dalamnya terdapat jaringan-jaringan indera penglihatan. Jaringan-jaringan tersebut berpotensi terserang penyakit atau kelainan dalam penglihatan. Banyak manusia yang memiliki mata normal, tetapi tidak dijaga dengan baik sehingga mengakibatkan mata normalnya direnggut oleh penyakit yang membuat gangguan pada mata. Di era digital saat ini, banyak orang yang berkegiatan sehari-hari dengan menggunakan komputer atau gadget lainnya. Saat bekerja di kantor, Sahabat Hermina menghabiskan waktu 8-9 jam sehari di depan layar komputer. Terkadang, waktu istirahat juga digunakan dengan bermain smartphone atau tablet.  Sahabat Hermina tentunya tahu jika terlalu sering dan lama menatap layar komputer dan smartphone akan berdampak buruk pada kesehatan mata. Mata mungkin akan mengalami tegang, kering, sakit kepala, hingga insomnia. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menjaga kesehatan mata dari penggunaan gadget dan komputer. Lakukan tips berikut agar kesehatan mata tetap terjaga: 1. Menjaga Jarak Pandang Salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dari penggunaan alat elektronik adalah mengatur jarak pandang. Mata seseorang harus bekerja lebih keras ketika melihat dari dekat dibanding jauh. Pastikan jarak pandang kamu ke layar sekitar 60 sentimeter. Selain itu, posisikan layar agar pandangan mata sedikit ke bawah. 2. Mengatur Kecerahan Layar Hal lainnya yang perlu diperhatikan agar dapat menjaga kesehatan mata adalah dengan mengatur kecerahan layar. Cahaya yang dihasilkan komputer atau gadget terlalu silau dapat memberi dampak buruk pada mata. Pilihan alternatifnya adalah menggunakan filter layar saat bekerja. Selain itu, kamu juga harus menyesuaikan pencahayaan di ruangan agar mata tidak mudah tegang. 3. Mengistirahatkan Mata  Dengan mengistirahatkan mata secara berkala, dampak buruk yang dapat terjadi pada mata dapat menurun. Sahabat Hermina harus mengikuti aturan 20-20-20, yang artinya beristirahat setiap 20 menit dengan memandangi objek berjarak 20 meter selama 20 detik. Dengan melihat kejauhan dapat membuat mata menjadi lebih rileks. 4. Tidak Menggunakan Gadget Sebelum Tidur Dengan tidak menggunakan gadget sebelum tidur dapat menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Selain itu, disebutkan juga cahaya biru yang terpancar dapat memengaruhi siklus bangun dan tidur alami tubuh. Seseorang yang terlalu banyak terpapar cahaya tersebut akan sulit untuk tidur. Pastikan untuk membatasi waktu penggunaan alat elektronik satu hingga dua jam sebelum tidur. Itulah beberapa cara yang dapat Sahabat Hermina lakukan agar dapat menjaga kesehatan mata dari penggunaan komputer dan gadget sehari-hari. Jika Sahabat Hermina mengalami keluhan seputar kesehatan mata, segera konsultasi dengan dokter ahli. Jangan takut ke rumah sakit untuk mengonsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga Anda. Salam sehat.  

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi dan Vaksinasi

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi dan Vaksinasi

Imunisasi merupakan program pencegahan penyakit menular yang dilakukan dengan pemberian vaksin. Dengan pemberian vaksin ini, maka orang akan menjadi lebih kebal terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi ini diberikan sejak usia bayi hingga di usia sekolah, biasanya sudah terjadwal pada kurun waktu tertentu sehingga setiap anak dipastikan mendapat imunisasi tepat waktu. Vaksinasi menjadi salah satu cara mengajarkan bagaimana sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan organisme asing yang masuk ke tubuh. Dengan demikian, tubuh akan lebih siap jika paparan sebenarnya terjadi. Di masa pandemi ini, imunisasi menjadi bentuk pencegahan yang paling utama. Meski begitu, vaksinasi tidak boleh dilakukan secara sembarang. Agar pelaksanaannya tepat dan manfaatnya bisa di dapat, Bunda perlu memperhatikan beberapa hal berikut : Cari Informasi Seputar Vaksin yang akan Diberikan Sesuaikan pemberian vaksin dengan usia anak. Bunda harus mengetahui vaksin yang diberikan kepada sang buah hati terlebih dahulu. Tanyakan kepada Dokter Spesialis Anak mengenai vaksinasi apa saja yang wajib diberikan, dan jenis apa saja yang menjadi tambahan. Bunda pun bebas bertanya kepada Dokter Spesialis Anak seputar manfaat, dosis, efek samping, sampai dengan harga vaksin sebelum diberikan ke buah hati.   Kenakan Pakaian yang Nyaman Imunisasi yang dilakukan pada anak usia di bawah 12 bulan sebagian besar dilakukan pada area paha, sehingga sebaiknya Bunda memperhatikan pakaian yang akan dipakaikan kepada sang buah hati. Agar prosesnya berlangsung cepat, kenakan pakaian yang mudah dilepas, terlebih di bagian kaki. Sementara itu, jika anak telah berusia lebih dari 1 tahun, pakaian lengan pendek akan lebih membantu karena vaksinasi sebagian besar diberikan di area lengan.   Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat Bunda wajib memastikan bahwa kondisi sang buah hati dalam keadaan sehat. Jika anak demam atau sedang sakit, sebaiknya tunda untuk melakukan vaksinasi. Setelah anak kembali sehat, Bunda bisa secepatnya menjadwalkan kembali pemberian vaksin. Imunisasi tetap bisa dilakukan meski telah lewat dari tanggal pemberian seharusnya.   Berikan ASI Sebelum Imunisasi Jangan lupa untuk membuat Si Kecil tetap kenyang sebelum imunisasi. Jika sang buah hati berusia di bawah satu tahun, berikan ASI setidaknya dua jam sebelum vaksinasi, lalu setelahnya tunggu sekitar 15 menit sampai Bunda kembali menyusuinya. Ini akan membuat bayi tidak terlalu rewel ketika akan imunisasi, sedangkan jeda waktu menyusui setelah pemberian vaksin bertujuan untuk menghindari muntah atau gumoh.   Ketahui Efek Sampingnya Sebagian besar efek samping dari suntikan vaksinasi bersifat ringan, bahkan beberapa tidak menunjukkan adanya efek samping sama sekali. Jika memang terjadi, biasanya berupa kemerahan, bengkak pada area bekas suntikan, dan demam ringan. Jika Si Kecil mengalaminya, kompres area yang bengkak dengan air hangat, dan berikan obat penurun panas apabila memang diperlukan. Jangan lupa, tetap berikan ASI atau air agar ia tidak mengalami dehidrasi.   Pilihlah Rumah Sakit yang Tepat Di masa pandemi ini, pemilihan rumah sakit untuk imunisasi anak harus sangat diperhatikan. Pilihlah rumah sakit yang menyediakan ruang pelayanan vaksinasi terpisah dengan pelayanan anak yang sakit. Rumah Sakit Hermina Grand Wisata memiliki ruang pelayanan eksekutif untuk vaksinasi yang terpisah, sehingga Bunda tidak perlu kuatir untuk membawa si kecil imunisasi.    Nah, Bunda, pada masa pandemi, imunisasi dan vaksinasi menjadi bentuk pencegahan penyakit pada anak yang utama. Bunda dapat mempertimbangkan 6 hal di atas sebelum membawa Si Kecil imunisasi dan vaksinasi. Jangan takut ke rumah sakit karena Hermina selalu menerapkan protokol kesehatan. Mari bersama lindungi keluarga. Salam sehat.   Referensi: CDC. Diakses pada 2020. Vaccines for Your Children. NHS. Diakses pada 2020. Vaccination Tips for Parents. Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Vaccinations.  

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.