Apakah Ejakulasi Dini Dapat Menghambat Kehamilan?

Apakah Ejakulasi Dini Dapat Menghambat Kehamilan?

Ejakulasi dini merupakan salah satu masalah atau disfungsi seksual yang kerap dikeluhkan oleh pria. Ejakulasi dini terjadi ketika pria tidak mampu mengendalikan orgasme sehingga mengeluarkan sperma terlalu cepat saat sedang berhubungan seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan ataupun pada pria itu sendiri. Apakah ejakulasi yang terlalu cepat ini dapat memengaruhi program kehamilan?

 

 

Kapan Dianggap Terlalu Cepat?

 

Walau durasi merupakan hal yang relatif, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penilaian apakah ejakulasi terlalu dini atau normal, antara lain:

  • Selalu atau hampir selalu ejakulasi 1 menit setelah penetrasi
  • Tidak dapat menunda ejakulasi selama hubungan intim sepanjang waktu atau hampir sepanjang waktu.
  • Merasa tertekan dan frustrasi, lalu cenderung menghindari keintiman seksual sebagai efeknya. 

 

Ada dua jenis ejakulasi dini, yaitu:

 

1. Ejakulasi dini primer, yang terjadi dalam waktu lama, bahkan sejak pertama kali berhubungan seksual. Jika tidak ditangani, ini dapat terjadi berkepanjangan.

 

2. Ejakulasi dini sekunder. Artinya, biasanya tidak pernah bermasalah dengan ejakulasi, tetapi beberapa kali atau dalam kondisi tertentu mengalami masalah “keluar” terlalu cepat. Jenis ini adalah keluhan seksual yang umum dan dialami oleh 1 dari 3 pria pada rentang usia 18-59 tahun dalam suatu waktu tertentu. Kondisinya bisa timbul secara bertahap atau bisa terjadi secara tiba-tiba.

 

 

Hubungan Ejakulasi Dini dan Kehamilan

 

Ejakulasi dini mungkin sulit untuk dibicarakan, bahkan pada pasangan sendiri. Jika kondisi ini terjadi dalam rumah tangga Sahabat Hermina, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tak perlu khawatir karena ini sangat umum dialami oleh pria dan dapat terjadi di semua usia. Bahkan, isu ini lebih umum terjadi saat pria masih muda. Pasalnya, ejakulasi biasanya membutuhkan waktu lebih lama seiring bertambahnya usia.

 

Bagaimana dengan kesuburan? Kabar baiknya, ejakulasi dini tidak begitu berpengaruh terhadap kesuburan, maka tidak perlu khawatir. Lain cerita jika hal ini terjadi berulang kali dan sperma belum sempat masuk ke vagina, ejakulasi dini secara langsung dapat menyebabkan infertilitas. Belum lagi, kasus ejakulasi dini sering terjadi bersamaan pada sekitar sepertiga pasien disfungsi ereksi (impoten), ini akan menambah pengaruhnya terhadap infertilitas.

 

Selain itu, apabila ada penurunan hasrat seksual yang bisa jadi merupakan konsekuensi dari kegagalan testis untuk memproduksi hormon testosteron, hal ini bisa menyebabkan penurunan kualitas air mani. Jika ejakulasi dini berlangsung kronis dan membuat frustrasi, bukan tak mungkin dapat menyebabkan hasrat seksual rendah pada pria dan wanita, mengakibatkan penurunan frekuensi berhubungan intim, dan pada akhirnya akan mempengaruhi kejadian infertilitas.

 

 

Bagaimana Agar Terhindar dari Ejakulasi Dini?

 

Kebanyakan ejakulasi dini terjadi akibat stres serta masalah yang melibatkan emosi dan psikologis. Dokter akan merekomendasikan sesi konseling yang biasanya akan melibatkan psikoterapi. Pasien pria juga akan diminta untuk melakukan komunikasi dengan pasangan mengenai disfungsi seksual.

Selain konseling, pengobatan lainnya juga akan melibatkan beberapa metode, seperti: 

 

1. Teknik Perilaku. Teknik ini tidak sulit untuk dilakukan, jadi para pria akan direkomendasikan untuk masturbasi sekitar satu, atau dua jam sebelum melakukan hubungan seksual. Metode ini dinilai akan efektif untuk mengendalikan ejakulasi dini selama berhubungan seksual.

 

2. Latihan Dasar Panggul. Senam kegel juga bukan hanya dimaksudkan untuk wanita, pria juga bisa melakukan senam kegel guna memperkuat otot dasar panggul agar bisa terhindar dari ejakulasi dini.

 

3. Teknik Jeda Remas. Ini adalah teknik yang membutuhkan peran wanita untuk dilakukan. Jadi saat melakukan hubungan seks, wanita diminta untuk meremas titik  bagian kepala (kelenjar) menyatu dengan batang untuk mencegah keinginan ejakulasi. 

 

Selain itu, ada beberapa perubahan gaya hidup sehat terkadang dapat membantu disfungsi ereksi, misalnya:

  • Menurunkan berat badan jika pria alami kelebihan berat badan
  • Berhenti merokok
  • Makan makanan yang sehat
  • Berolahraga setiap hari
  • Mengendalikan atau mengurangi stres dan kecemasan

 

 

Namun, sebelum mencoba sendiri beberapa saran tersebut, sebaiknya Sahabat Hermina tetap melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis andrologi di RS Hermina Pandanaran. Dokter akan tahu metode apa yang paling baik untuk atasi ejakulasi dini berdasarkan kondisi yang Sahabat Hermina alami. Jadi, segera buat janji dengan dokter melalui mobile aplikasi hermina, call center 1500488 atau website www.herminahospitals.com sekarang!

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.