jantung, kesehatan jantung

Banyak Artis Meninggal Muda, Hindari Meremehkan Gejala Serangan Jantung Ini

 

Panggung hiburan musik tanah air kini tengah berduka.Vokalis Kahitna atau yang sering di sapa Carlo Saba telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Adapun penyebab meninggalnya Carlo Saba di usia 54 tahun tersebut diduga karena mengalami serangan jantung. Sebelumnya Carlo dirawat di rumah sakit akibat kolaps setelah aksi panggungnya. Patut diketahui mayoritas serangan jantung disebabkan oleh penyakit arteri koroner.  kondisi tersebut terjadi disaat arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung tersumbat oleh zat lemak.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya pengendapan yang mengandung kolesterol yang dinamai plak. Plak tersebut bisa menyumbat arteri, akhirnya aliran darah ke jantung menjadi berkurang. Ketika plak pecah, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya pembekuan darah pada jantung.

Proses penyumbatan ini dikenal dengan istilah aterosklerosis. Aterosklerosis ini sangat mungkin terjadi di usia muda dan semakin parah ketika seseorang berusia 50an. Namun penyumbatan pembuluh darah tidak hanya menjadi penyebab terjadinya serangan jantung. Adapun beberapa penyebab lainnya seperti Diseksi arteri koroner spontan (SCAD), Spasme arteri koroner, infeksi tertentu hingga faktor resiko. Adapun Faktor risiko serangan jantung yakni :

  1. Faktor Usia
    Usia menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penyakit jantung, terutama pada seseorang yang berusia 45-55 tahun ke atas akan lebih berisiko terkena serangan jantung dibanding seseorang yang berusia lebih muda.
  2. Merokok
    kebiasaan buruk merokok akan meningkatkan risiko terkena serangan jantung hingga dua atau tiga kali dibanding seseorang yang tidak merokok. Kebiasaan ini akan menimbulkan radikal bebas yang menyebabkan dinding pembuluh darah rusak.
  3. Hipertensi
    Seiring peningkatan tekanan darah, risiko terkena serangan jantung juga akan ikut meningkat. Hipertensi bisa merusak arteri menuju ke jantung. Hipertensi yang disertai dengan penyakit lain seperti kolesterol juga akan semakin meningkatkan risiko penyakit jantung
  4. Kolesterol jahat tinggi
    Kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat tingkat tinggi dapat menyebabkan penyempitan pada arteri jantung. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat karena berpengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang apabila melebihi kadar batas normal.
  5. Obesitas
    Obesitas dapat memperburuk keadaan sistem organ tubuh. Hal tersebut menyebabkan jantung bekerja lebih keras pada seseorang yang mengalami kegemukan karena volume dan tekanan darah mengalami peningkatan. Obesitas juga berkaitan dengan beberapa penyakit penyerta seperti diabetes, kolesterol dll.
  6. Diabetes
    Penderita diabetes dapat terkena penyakit jantung pada umur yang relatif muda. Apabila diabetes dibarengi dengan kadar glukosa yang tinggi maka dapat menyebabkan kolesterol.
    Gula darah akan naik jika tubuh seseorang tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakannya dengan benar. Sehingga gula darah yang tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung.
  7. Riwayat keluarga serangan jantung
    faktor genetik mempengaruhi rspons sel tubuh terhadap faktor luar yang mempercepat pertumbuhan plak dan penyempitan pembuluh darah. Risiko ini akan lebih meningkat apabila di dalam keluarga terdapat seseorang yang mempunyai penyakit jantung diusia muda. Keluarga tersebut seperti, saudara kandung, ibu dan ayah.
  8. Kurang olahraga

    kurangnya olahraga akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, karena kondisi tersebut menyebabkan lemak dapat menyumbat dan membuat pembuluh darah menjadi melemah. Hal ini akan semakin memperburuk risiko ketika tidak diimbangi dengan gaya hidup aktif bergerak, banyak duduk atau sering rebahan.
  9. Pola makan tidak sehat
    Jika anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti makanan yang mengandung lemak, tinggi gula, makanan cepat saji, dan garam akan meningkatkan risiko serangan jantung. Makan banyak buah-buahan, sayuran, serat dan minyak sehat.

Segera konsultasikan masalah kesehatan jantung anda dengan dokter spesialis jantung, dokter jantung dapat membantu pasien mendeteksi penyakit jantung sejak dini. Deteksi dini penyakit jantung jauh lebih penting untuk mencegah kondisi pasien terlanjur parah akibat masalah jantung yang diderita. Seiring dengan bertambahnya usia, kinerja jantung akan makin menurun dan faktor risiko bisa terakumulasi. Jadwalkan konsultasi dan pemeriksaan untuk mengetahui dengan pasti kondisi jantung Anda.

Categories