pernapasan, sesak napas

Gangguan Pernapasan yang Terjadi Saat Tidur

Gangguan napas saat tidur (Obstructive Sleep Apnea Syndrome/OSAS) ditandai dengan obstruksi parsial atau total pada jalan napas bagian atas yang menyebabkan terjadinya periode henti napas (apnea) secara berulang pada saat tidur atau kurang napas (hypopnea) minimal 10 detik selama tidur. Kondisi ini menyebabkan otak dan bagian tubuh lain tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Gangguan pernapasan bisa terjadi karena Obstruksi/penyumbatan saluran napas daerah faring/tenggorokan akibat pendorongan lidah dan palatum/bagian keras dari langit-langit mulut ke belakang yang dapat menyebabkan oklusi nasofaring/sumbatan di tenggorokan dan rongga mulut, yang menyebabkan terhentinya aliran udara, meskipun pernapasan masih berlangsung pada saat tidur.

Penyebab gangguan napas saat tidur, yaitu:

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan sangat meningkatkan risiko gangguan tidur.
  2. Kelainan anatomi saluran napas atas peradangan pada amandel dan kelenjar gondok, polip, alergi hidung (menghirup debu, bulu binatang, atau serbuk sari), kelainan hidung, pembengkakan yang terjadi pada lekukan tulang yang terdapat pada bagian dalam hidung.
  3. Lingkar leher (orang dengan leher yang lebih tebal mungkin memiliki udara yang lebih sempit).
  4. Hormon.
  5. Kelainan Kongenital atau kelainan yang didapat sejak lahir.
  6. Konsumsi Alkohol.

Gejala gangguan pernapasan saat tidur yaitu, kantuk berlebihan di siang hari, mengorok dan terlihat terjadinya periode henti napas yang mungkin diakhiri dengan gerakan badan atau terbangun, sebagian kecil anak tidak memperlihatkan dengkur yang klasik (tetapi berupa dengusan atau hembusan napas dan napas berbunyi), pada anak sering terdapat keluhan hiperaktif, kesulitan bernapas pada saat tidur.

Gejala gangguan pernapasan saat tidur apabila diabaikan dapat menyebabkan penampilan yang buruk dalam mengerjakan pekerjaan, menurun daya ingat jangka pendek, kecelakaan kerja dan kendaraan bermotor, komplikasi pada jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi/tekanan darah tinggi dan gangguan Kesehatan jantung, gagal napas bahkan kematian. Pada anak dapat terjadi gagal tumbuh dan hiperaktif.

Pencegahan dan pengobatan gangguan pernapasan saat tidur, yaitu dengan modifikasi gaya hidup dengan menurunkan berat badan, terapi posisi, menghindari konsumsi minuman beralkohol, penggunaan oral appliance (OA) yaitu terapi mempertahankan rahang pasien agar posisinya ke depan dan membuka jalan napas serta mempertahankan lidah agar tidak jatuh ke belakang dan membuka jalan napas, obat-obatan, tindakan pembedahan.

Itulah hal yang perlu diketahui terkait gangguan pernapasan saat tidur. Jika Anda atau orang terdekat menjumpai hal tersebut, segera buat janji dengan dokter spesialis THT-KL di RS Hermina Arcamanik.

Categories