Gaya Hidup Sehat Hadapi Resiko Penyakit Kritis

Gaya Hidup Sehat Hadapi Resiko Penyakit Kritis

 

Penyakit kritis termasuk kedalam penyakit tidak menular yang bukan disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit-penyakit kritis ini muncul secara mendadak, kemudian memburuk dengan cepat dan membutuhkan perawatan sesegera mungkin karena bisa mengancam nyawa.  Faktor resiko yang dapat membuat seseorang terserang penyakit kritis terbagi atas dua yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah.

Faktor yang tidak dapat diubah terdiri dari faktor usia, jenis kelamin dan keturunan. Sedangkan faktor yang dapat diubah merupakan faktor kebiasaan yang berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari, mulai dari faktor makan hingga aktifitas fisik. Berikut faktor resiko pemicu penyakit kritis yang berhubungan erat dengan perilaku dan pola hidup:

    1. pola makan yang tidak sehat, seperti sering makan-makanan yang berlemak, kurang sayur dan buah, serta jarang minum air putih
    2. kebiasaan merokok
    3. kebiasaan mengkonsumsi alkohol
    4. kurangya melakukan aktifitas fisik atau olah raga

Penyakit kritis jika tidak dicegah dan diantisipasi dapat mengancam nyawa seseorang karena jenis penyakit kritis ini bersifat gawat dan harus segera ditangani dengan cepat dan tepat. Penyakit-penyakit yang masuk ke dalam jenis penyakit kritis yaitu penyakit jantung koroner, penyakit stroke, kanker hingga gagal ginjal.

Untuk mengantisipasi dan menghindari penyakit kritis dapat dilakukan dengan mengontrol faktor pemicu yang berhubungan dengan pola dan gaya hidup atau factor factor yang dapat kita ubah. Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

1.   Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit seperti kanker, serangan jantung dan stroke. Dengan berhenti merokok, secara langsung dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit yang kritis tersebut. Hal yang paling penting untuk dilakukan dalam berhenti merokok adalah  niat dan motivasi diri untuk.

2.    Konsumsi Makanan yang Sehat

Mengonsumsi makanan sehat bukan berarti harus menghilangkan makanan yang disukai. Mengatur pola makan sehat merupakan upaya mengganti makanan olahan dengan makanan sungguhan dengan menjaga keseimbangan antara protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.

Hal ini karena, makanan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk tubuh yang sehat, apa yang kita makan akan menentukan bagaimana kondisi tubuh kita nantinya.

Jadi, Agar tubuh dapat berkembang dan baik dan kesehatan tetap terjaga mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi adalah cara yang dapat kita lakukan untuk agar bisa terhindar dari penyakit kritis baik di usia sekarang maupun di masa depan nanti, biasakanlah untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan menjauhi makanan yang berefek buruk bagi tubuh. Konsumsilah aneka buah dan sayuran, lalu pastikan kamu menghindari makanan yang kaya lemak jenuh dan pemanis buatan.

3.    Tidur yang Cukup

Selain pola makan pola istirahat juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan agar sel dalam tubuh dapat bekerja secara maksimal dan dapat menjaga daya tahan tubuh dengan optimal. Tubuh kita umumnya membutuhkan tidur berkualitas selama 7–9 jam setiap harinya. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur lebih banyak, yaitu sekitar 8–10 jam setiap hari.

Perilaku atau kebiasaan yang menyebabkan kurang istirahat seperti begadang dimalam hari dapat memicu penyakit menyerang tubuh kita. Dan jika kebiasaan atau perilaku ini terus menerus dilakukan, efek jangka panjang nya bisa memicu penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Bahkan, kurang tidur bisa memicu depresi dan penurunan sistem imun. Jadi mengatur waktu tidur dan waktu istirahat bagi sel-sel tubuh kita sangat penting untuk diperbaiki agar sel tubuh dapat beregenerasi dan bekerja dengan optimal.

4.    Rutin Berolahraga

Olahraga merupakan salah satu kunci untuk memperoleh tubuh yang sehat dan menghindari penyakit kritis di kemudian hari. Rutin melakukan olahraga setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit yang kritis seperti kanker, penyakit jantung, dan stroke

Usahakanlah untuk melakukan olahraga atau aktivitas fisik minimal selama 30 menit saja per harinya. Berolahraga tidak harus pergi ketempat pusat kebugaran atau gym, kita bisa melakukan olahraga ringan di rumah seperti jogging, senam, yoga, serta apapun aktivitas lainnya yang bisa menjaga tubuhmu tetap fit dan sehat.

Jadi sahabat Hermina, upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan menghindari penyakit kritis adalah dengan merubah pola prilaku dan kebiasaan yang bersifat buruk dan tidak sehat menjadi  pola prilaku hidup yang sehat. Meskipun hanya memilih jenis makanan, berhenti merokok, istirahat yang cukup dan berolahraga, namun jika rutin diterapkan dalam kehidupan sehari hari, maka dapat membentuk tubuh yang lebih sehat dan kuat yang mampu menangkal serangan penyakit terutama penyakit-penyakit yang menimbulkan efek di waktu yang lama.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.