Kanker Serviks

Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual.

 

Serviks adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Salah satu fungsi serviks adalah memproduksi lendir atau mukus. Lendir membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual. Selain itu, serviks juga akan menutup saat kehamilan untuk menjaga janin tetap di rahim, dan akan melebar atau membuka saat proses persalinan berlangsung.

 

Hampir semua kanker serviks disebabkan karena infeksi kanker kronik Human Papilloma Virus (HPV). HPV adalah virus DNA, ada lebih dari 200 tipe HPV dan belasan diantaranya adalah tipe “risiko tinggi” yang menyebabkan kanker serviks.

 

Perbedaan tumor jinak dan tumor ganas (kanker):

- Tumor Jinak

  • Tidak menginasi organ sekitarnya
  • Keluhan biasanya terjadi bila ada penekanan ke organ lain
  • Tidak menjalar ke organ jauh

 

- Kanker

  • Menginasi organ sekitarnya
  • Keluhan terjadi karena invasi/infiltrasi/destruksi organ di sekitarnya
  • Menjalar ke organ jauh

 

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis kanker serviks, Biasanya ditemukan dari skrining dengan Pap Smear atau Pap Test. Jika sudah tampak kelainan, dapat diambil contoh jaringan dengan biopsi.

 

Pap smear dilakukan dengan mengambil sampel sel di serviks. Setelah itu, pemeriksaan di laboratorium akan dilakukan agar diketahui apakah di dalam sampel tersebut terdapat sel prakanker atau sel kanker.

 

Pap smear dianjurkan untuk dilakukan setiap 3 tahun sekali pada wanita usia 21 tahun ke atas. Bagi wanita yang berusia 30-65 tahun, pap smear dapat dilakukan tiap 5 tahun sekali, tetapi perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan HPV.

 

Pap smear juga dianjurkan bagi wanita yang berisiko tinggi terserang kanker leher rahim, tanpa memandang usia. Wanita yang berisiko tinggi tersebut adalah mereka yang memiliki faktor berikut:

  • Menderita HIV
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat transplantasi organ, kemoterapi, atau penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Mendapatkan hasil abnormal (lesi prakanker) pada pap smear sebelumnya
  • Terpapar atau menggunakan obat dietilstilbestrol (DES)
  • Memiliki kebiasaan merokok

 

Ada juga teknik deteksi lesi pre-kanker atau kanker serviks dengan cara Visual Inspection With Acetic Acid (VIA), Penggunaan asam asetat pada lesi akan memunculkan warna putih.

 

VIA merupakan cara yang relatif mudah, murah, dan cepat. Via harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan berpengalaman.

 

Strategi Pencegahan Kanker Serviks yaitu dengan melakukan Vaksi HPV, ada 2 Jenis Vaksin yang efektif dan aman untuk mecegah infeksi HPV risiko tinggi, terutama tipe HPV-16 dan HPV-18. Vaksin tidak melindungi semua tipe HPV dan tidak dapat menyembuhkan infeksi,jadi tetaplah melakukan skrining untuk mencari lesi pra kanker.

 

Pengobatan yang dapat dilakukan bagi penderita Kanker Serviks berbeda-beda, tergantung dari Stadium berapa yang di idap penderita.

 

Lesi/ Stadium

Tindakan

Pra Kanker (LSIL, HGSIL)

Follow UP, Bila perburukan Amputasi Serviks (LEEP,LETZ,Konisasi)

1A1

(Bukan Adenokarsinoma)

Simpel Histerektomi

1A1, 1A2, 1B1
(Lesi < 2cm, dan potong beku
negatif)

Radical Trachelectomy

1B1, 1B2, 1B3

Histeroktomi Radikal

II – III

Radiasi atau Kemoradiasi

IV

Kemoterapi/ Radiasi/ Paliatif

 

 

Jika Anda mengalami keluhan dengan gejala seperti yang telah disebutkan di atas dan ingin konsultasi terkait kanker serviks, jangan ragu untuk menghubungi dan konsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Hermina terdekat di kota Anda.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.