Kenali dan Waspadai Penyakit Paru Akibat Kerja !

Kenali dan Waspadai Penyakit Paru Akibat Kerja !

Bekerja merupakan upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan mendapatkan penghasilan. Masalah kesehatan juga bisa muncul di tempat kerja, hal ini karena ada bahaya potensial berupa pajanan pada pekerja yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan. Bahaya ini dapat bersumber dari banyak hal seperti lingkungan kerja, cara kerja dan alat yang digunakan saat bekerja. Selain itu gangguan kesehatan juga berkaitan erat dengan jumlah waktu pajanan saat bekerja, semakin lama pajanan maka semakin besar pula risiko yang akan ditimbulkan.

 

Penyebab Penyakit Akibat Kerja

  • Fisika

Suhu ekstrem, bising, pencahayaan, vibrasi, radiasi pengion dan non pengion dan tekanan udara.

  • Kimia

Semua bahan kimia dalam bentuk debu, uap, uap logam, gas, larutan, kabut, partikel nano dan lain-lain.

  • Biologi

Bakteri, virus, jamur, bioaerosol dan lain-lain.

  • Ergonomi

Angkat angkut berat, posisi kerja janggal, posisi kerja statis, gerak repetitif, penerangan, Visual Display Terminal (VDT) dan lain-lain.

  • Psikososial

Beban kerja kualitatif dan kuantitatif, organisasi kerja, kerja monoton, hubungan interpersonal, kerja shift, lokasi kerja dan lain-lain.

 

Apa itu Penyakit Paru Akibat Kerja?

Penyakit Paru akibat kerja adalah Penyakit atau kerusakan paru disebabkan oleh bahan iritatif seperti debu/asap/serat/ gas berbahaya yang terhirup oleh pekerja di tempat pekerjaannya. Penyakit ini mungkin membutuhkan waktu lama (>10-20 tahun) untuk berkembang dan muncul sebagai penyakit setelah seseorang berhenti dari pekerjaannya. Gejala Klinis PPAK mirip dengan penyakit paru lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Klasifikasi Penyakit Paru Akibat Kerja :

  1. Iritasi jalan napas atas yang bisa disebabkan oleh gas iritan, uap dan debu.
  2. Kelainan jalan napas. Bahan penyebab bisa berupa ; diisosianat, anhdrat, debu kayu, Allergen dari binatang, lateks, Gas Iritan, asap, Debu Kapas, Biji-bijian, Debu mineral, batubara, uap, dan debu 
  3. Jejas inhalasi akut Bahan penyebab bisa berupa; Gas Iritan, logam, Oksida logam, seng, tembaga, Plastik dan Produk Pembakaran Pneumonitis Toksik Demam Uap logam Demam Uap polimer Inhalasi Asap 
  4. Pneumonitis hipersensitif/ Radang pada parenkim paru (alveoli, bronkiolus terminal , intersisial ) yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, protein binatang
  5. Penyakit infeksi seperti tuberkulosis, virus, atau yang disebabkan oleh bakteri
  6. Pneumokoniosis / penumpukan debu dalam paru sehingga timbul rx jaringan. Bahan penyebab dapat berupa asbes, silika, batubara, berilium, dan kobalt
  7. Keganasan pada paru yang bisa disebabkan oleh Debu kayu, Asbes, radon, silika Asbes Kanker sinonasal Kanker Paru Mesotelioma Termasuk Polusi udara

 

Cara Mencegah Penyakit Paru Akibat Kerja

  • Pencegahan Primer

melakukan intervensi sebelum dampak Kesehatan terjadi , serta mengeliminasi paparan factor risiko

  • Pencegahan sekunder

melakukan identifikasi penyakit pada tahap awal sebelum muncul gejala

  • Pencegahan tersier

manajemen penyakit akibat kerja setelah diagnosis di tegakkan untuk menghentiakn , memperlambat progresifitas , melakukan rehabilitasi dan skrining untuk komplikasi

Jadi Sahabat Hermina, penting untuki kita melakukan deteksi dan diagnosis penyakit akibat kerja agar bahaya dan dampak pekerjaan terhadap kesehatan tubuh terutama pada paru dapat dicegah dan diobati dengan penanganan yang tepat.

 

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.