paru-paru

KENALI GEJALA dan BAHAYA PNEUMONIA

KENALI GEJALA dan BAHAYA PNEUMONIA

Tidak asing ya mendengar penyakit yang satu ini, Pneumonia atau radang paru – paru menjadi salah satu penyakit penyebab kematian utama di Indonesia bahkan termasuk 10 besar penyakit yang mematikan di Indonesia.

Pneumonia atau radang paru – paru penyakit infeksi / peradangan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur. Yang menjadi penyebab paling umum pada pneumonia atau radang paru – paru adalah karena infeksi bakteri Streptococcus Pneumonia (Pneumokukus).

Pada pneumonia kantong udara atau alveoli pada paru yang seharusnya berisi udara terisi cairan nanah yang menimbulkan keluhan seperti :

  • Batuk
  • Demam
  • Sesak napas
  • Nyeri dada

Pneumonia dapat menular melalui udara atau percikan darah. Pneumonia dapat terjadi pada anak – anak, dewasa, serta lanjut usia.

Kondisi – kondisi berikut seseorang berisiko terkena pneumonia :

  • Orang dengan sistem pertahanan tubuh yang melemah
  • Perokok
  • Terpapar bahan kimia berbahaya
  • Tirah baring lama (berbaring selama hamper kurang lebih 24 jam dalam sehari)

Pada kondisi tertentu pneumonia dapat memberat dan menimbulkan komplikasi seperti :

  • Kesulitan bernapas
  • Penumpukan nanah pada paru (abses paru)
  • Penumpukan cairan di rongga pleura yang terletak di antara lapisan yang membungkus paru dengan lapisan yang menempel di dinding dada (efusi pleura)
  • Bakteremia (bakteri masuk ke dalam aliran darah dan berpotensi menyebabkan kegagalan organ jantung dan ginjal

Pencegahan pneumonia dapat melakukan hal – hal berikut :

  • Menerapkan pola hidup sehat
  • Konsumsi gizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga kekebalan tubuh dengan cukup istirahat
  • Tidak merokok

Kelompok berisiko terkena pneumonia :

  • Penyakit paru kronik
  • Penyakit jantung kronik
  • Penyakit ginjal kronik
  • Asma
  • Diabetes

Pengobatan Pneumonia

Pengobatan dan penanganan untuk kasus pneumonia adalah dengan mengatasi infeksi yang terjadi dan memberikan terapi suportif. Dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis jika infeksi disebabkan karena bakteri. Sedangkan terapi suportif yang diberikan dapat berupa:

  • Obat penurun demam jika pengidap menderita demam tinggi dan membuat aktivitas terganggu
  • Obat batuk untuk mengurangi frekuensi batuk maupun mencairkan dahak yang tidak bisa keluar

Dokter juga menganjurkan agar pengidap dirawat inap, jika terjadi beberapa kondisi ini:

  • Berusia >65 tahun
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Memiliki fungsi ginjal yang tidak baik
  • Tekanan darah sangat rendah (<90/<60 mmHg)
  • Napas sangat cepat (pada devassa >30 x/menit)
  • Suhu tubuh di bawah normal
  • Denyut nadi <50x/menit atau >100x/menit

Jika mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Categories