Kenali Gejala Nefrotik pada Anak

Kenali Gejala Nefrotik pada Anak

Penyakit ginjal pada anak mungkin masih terdengar asing, padahal tak sedikit anak-anak yang menderita penyakit ini. Apabila tidak segera diobati, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Penyakit ginjal pada anak adalah kondisi ketika organ ginjal anak mengalami kerusakan atau penurunan fungsi. Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan anak mengalami penyakit ginjal, mulai dari kelainan bawaan, infeksi, hingga efek samping obat-obatan tertentu atau keracunan.

 

Jenis Penyakit Ginjal pada Anak dan Penyebabnya

Berdasarkan kondisinya, penyakit ginjal pada anak terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Penyakit ginjal akut

Penyakit ginjal ini dikatakan akut apabila kerusakan atau penurunan fungsi ginjal terjadi secara mendadak dan tidak melebihi 3 bulan. Penyakit ginjal akut pada anak yang segera diobati umumnya bisa disembuhkan dan tidak menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal.

Namun jika penanganannya terlambat atau terjadi kerusakan hingga melebihi 3 bulan, maka ginjal anak bisa rusak lebih parah dan menyebabkan kerusakan menetap pada ginjal.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang anak mengalami penyakit ginjal akut:

  • Kondisi yang membuat aliran darah ke ginjal berkurang atau berhenti secara tiba-tiba, misalnya kehilangan banyak darah akibat cedera kecelakaan, perdarahan saat operasi, luka bakar parah, dan dehidrasi berat.
  • Infeksi, misalnya infeksi saluran kemih dan sepsis.
  • Paparan racun dan bahan kimia, seperti merkuri, arsenik, dan timbal.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, terutama ada obat-obatan yang harus dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi.
  • Kondisi yang menghambat pasokan oksigen dan darah ke ginjal, misalnya henti jantung dan hipoksia.
  • Peradangan pada ginjal, misalnya pada sindrom nefrotik dan glomelurunefritis.

 

2. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal pada anak dikatakan kronis apabila penyakit ini berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Kerusakan ginjal pada penyakit ginjal kronis bisa terjadi terjadi secara perlahan atau diawali dari penyakit ginjal akut. Kebanyakan kasus penyakit ginjal kronis menyebabkan kerusakan ginjal yang permanen.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami penyakit ginjal kronis, di antaranya:

  • Kelainan genetik, misalnya sistinosis, yaitu kelainan genetik langka yang menyebabkan kerusakan sel ginjal dan sindrom Alport, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pembentukan organ ginjal, telinga, dan mata.
  • Cacat lahir, misalnya anak terlahir dengan satu ginjal atau terlahir dengan dua ginjal, namun hanya satu ginjal yang berfungsi. Penyakit ginjal juga dapat dialami oleh anak yang terlahir dengan ginjal yang letaknya tidak pada tempatnya.
  • Penyumbatan di saluran kemih yang bersifat menahun.
  • Penyakit kronis, seperti diabetes, lupus, dan tekanan darah tinggi yang tidak diobati.
  • Riwayat penyakit ginjal akut, misalnya sindrom nefrotik dan sindrom nefritis, yang tidak membaik atau terlambat ditangani.
  • Terlahir dengan berat lahir rendah atau prematur.

 

Gejala Penyakit Ginjal pada Anak

Pada tahap awal, penyakit ginjal pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala. Gejala baru mulai timbul ketika fungsi ginjal sudah mulai menurun atau rusak. Ketika ginjalnya sudah mengalami gangguan, anak dapat menunjukkan beberapa gejala berikut ini:

  • Bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki.
  • Tidak nafsu makan dan sering muntah-muntah.
  • Kelelahan dan tampak pucat.
  • Merasa nyeri atau tampak rewel setiap buang air kecil.
  • Demam.
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih jarang.
  • Pipis berdarah
  • Sering mengalami sakit kepala.
  • Sesak napas.

Jika anak mengalami gejala di atas, segeralah periksakan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan.

Dalam menentukan diagnosis dan mencari penyebab penyakit ginjal pada anak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik disertai penunjang, seperti tes darah, tes urine, pemeriksaan radiologis (seperti USG ginjal dan Rontgen ginjal), hingga biopsi ginjal.

 

Penanganan dan Pencegahan Penyakit Ginjal pada Anak

Penanganan penyakit ginjal pada anak tergantung pada penyebabnya. Misalnya, penyakit ginjal yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi harus diatasi dengan menurunkan tekanan darah. Jika disebabkan oleh infeksi, maka dokter akan mengatasi infeksi yang menyebabkan penyakit ginjal dengan obat antibotik.

Untuk penyakit ginjal yang disebabkan oleh cacat bawaan lahir, dokter mungkin akan menyarankan langkah operasi untuk memperbaiki bagian ginjal yang cacat atau tidak berfungi dengan baik.

Semakin cepat pengobatan didapatkan, maka semakin baik peluang untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal permanen pada anak. Jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan gagal ginjal.

 

Jika anak sudah mengalami gagal ginjal, penanganan yang akan diberikan oleh dokter meliputi:

  • Obat-obatan dan diet khusus untuk penyakit ginjal.
  • Cuci darah
  • Transfusi darah, jika gagal ginjal sudah menyebabkan anemia.
  • Transplatasi Ginjal.

Pilihan metode penanganan penyakit ginjal pada anak akan disesuaikan dengan penyebab dan seberapa parah kondisi anak saat dirawat.

 

Dengan memahami faktor risiko dan mengenali gejala penyakit ginjal pada anak, maka penyakit ini bisa segera diperiksakan ke dokter dan diobati secepatnya. Jika anak mendapatkan pengobatan sejak dini, maka komplikasi dapat dicegah dan tumbuh kembang anak bisa tetap berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika terlambat ditangani, penyakit ginjal pada anak dapat menimbulkan komplikasi berupa hambatan tumbuh kembang, anemia, kerusakan ginjal permanen, hingga kematian. Oleh karena itu, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter jika mendapati adanya beberapa tanda dan gejala penyakit ginjal pada anak.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.