Ketahui Tahapan Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Ketahui Tahapan Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Memahami tahap tumbuh kembang anak amatlah penting sebagai bagian dari pola pengasuhan orang tua. Tumbuh dan kembang anak tidak hanya mencakup perubahan fisik yang terjadi sejak masa bayi hingga remaja, tapi juga perubahan emosi, kepribadian, perilaku, pemikiran, dan bicara. Perkembangan anak sejalan dengan pemahaman dan interaksi mereka terhadap dunia di sekitarnya. Keterampilan seperti tersenyum, merangkak, atau berjalan untuk pertama kalinya disebut sebagai tonggak tumbuh kembang anak atau developmental milestones. Orang tua perlu mencatat dan memahami tonggak ini untuk memastikan perkembangan anak yang optimal.

Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Di antaranya genetik, jenis kelamin, nutrisi, aktivitas fisik, masalah kesehatan, lingkungan, dan hormon. Perkembangan anak laki-laki dan perempuan pun secara umum berbeda.

 

Stimulasi Tumbuh Kembang Otak Anak

 

Stimulasi jaringan otak sangat penting selama periode emas anak. Semakin banyak stimulasi yang orang tua berikan kepada anak maka sel saraf otak akan bertambah dan saling berhubungan. Sebaliknya jika anak tidak pernah diberi stimulasi, maka perkembangan sel saraf tidak optimal. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat.

Perkembangan keterampilan anak terjadi sangat cepat pada dua tahun pertama usianya. Untuk itu penting bagi para orang tua selalu memperhatikan dan melatih kemampuan motorik, sensorik dan bahasa sesuai dengan tahapan usia.

Stimulasi yang kurang pada anak dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan otak, penyimpangan tumbuh kembang, bahkan gangguan perkembangan yang menetap. Berikut ini stimulasi yang dapat diberikan sesuai usianya:

 

1. Usia 0-4 Bulan

Sering memeluk dan menimang dengan penuh kasih sayang. Gantung benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat oleh anak. Ajak anak tersenyum, bicara, dan mendengarkan musik untuk membantu pertumbuhan otak dan memori. Anak dapat dilakukan tummy time selama 5-10 menit secara bertahap dan dilakukan ketika anak tidak tidur.

 

2. Usia 4-6 Bulan

Sering tengkurapkan Anak. Gerakkan benda ke kiri dan kanan, di depan matanya. Perdengarkan berbagai bunyi-bunyian. Beri mainan benda yang besar dan berwarna agar cepat merespons suara.

 

3. Usia 6-12 Bulan

Ajari Anak untuk duduk, ajak main ci-luk-ba, ajari memegang dan makan biskuit, ajari memegang benda kecil dengan 2 jari, aari berdiri dan berjalan dengan berpegangan, ajak bicara sesering mungkin, latih mengucapkan ma.. ma.. pa.. pa, beri mainan yang aman dipukul-pukul.

 

4. Usia 1-2 Tahun

Ajari berjalan di undakan/tangga, ajak membersihkan meja dan menyapu, ajak membereskan mainan, ajari mencoret-coret di kertas, ajari menyebut bagian tubuhnya, bacakan cerita anak, ajak bernyanyi, ajak bermain.

 

5. Usia 2-3 Tahun

Ajari berpakaian sendiri, ajak melihat buku bergambar, bacakan cerita anak, ajari makan di piringnya sendiri, ajari cuci tangan, ajari buang air besar dan kecil di tempatnya.

 

6. Usia 3-5 Tahun

Minta Anak menceritakan apa yang ia lakukan, dengarkan ia ketika bicara , jika ia gagap, ajari bicara pelan-pelan, awasi Anak ketika mencoba hal-hal baru.

 

Seluruh orang tua pasti berharap bahwa tumbuh kembang anaknya dapat optimal, jika dirasakan ada yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak dari tahap awal sampai dengan tahap selanjutnya silahkan langsung konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak RS Hermina Podomoro.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.