Lupus Mempunyai Jenis Lain? Yuk Mengenal Jenis-jenisnya

Lupus Mempunyai Jenis Lain? Yuk Mengenal Jenis-jenisnya

Tahukah Sahabat Hermina penderita lupus di Indonesia sebesar 0,5 persen terhadap total populasi yang berarti sekitar 1.250.000 orang yang mengidap lupus di Indonesia menurut data survei Profesor Handono Kalim, dkk pada tahun 2017. Sementara berdasarkan data perhimpunan SLE Indonesia insiden kasus lupus dari 8 rumah sakit di Indonesia sebesar 10,5 persen pada tahun 2016, dan setiap tahunnya ditemukan kasus lupus baru.

Lupus atau yang dikenal juga lupus eritematosus sistemik adalah jenis penyakit autoimun yang sering menyerang wanita. Alih-alih melindungi tubuh, lupus justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuhnya sendiri.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan kronis. Lupus sendiri juga bisa menyerang bagian tubuh, seperti sel darah, ginjal, kulit, sendi, jantung, paru-paru, hingga sumsum tulang belakang. Namun perlu digarisbawahi, ternyata lupus miliki beberapa jenis. Diantaranya berikut jenis penyakit lupus yang perlu Sahabat Hermina ketahui.

 

  1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE merupakan jenis lupus yang paling sering diidap oleh penderita lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta menyerang organ tubuh manasaja dengan gejala yang ringan hingga gejala yang parah. Saat gejala sedang memburuk disebut dengan flare dan ketika gejala sedang membaik atau hilang disebut dengan remisi. Gejala SLE ini paling umum terjadi meliputi ruam kulit, bengkak atau nyeri pada persendian, pembengkakan di sekitar mata dan kaki serta mengalami kelelahan yang eksrem.

 

  1. Lupus Eritematosus Diskoid (DLE)

DLE adalah jenis penyakit lupus yang hanya menyerang kulit, namun tetapi dampak dari DLE ini mampu menyerang jaringan serta organ tubuh lainnya. DLE sendiri dapat dikendalikan dengan menghindari terkenanya paparan sinar matahari secara langsung dan obat-obatan.

 

Gejala lupus eritematosus discoid (DLE) biasanya akan mengalami seperti rambut rontok, dan pitak secara permanen. Selain rambut rontok, gejala lainnya dapat berupa ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menyebabkan bekas luka.

 

  1. Lupus Neonatus

Lupus ini biasanya hanya terkena pada bayi yang ibunya memiliki autoimun tertentu. Antibodi autoimun ini terjadi melalui dari ibu ke janin melalui plasenta. Perlu diketahui tidak semua ibu yang memiliki antibodi dengan memiliki gejala lupus. Gejala lupus neonates diantaranya, ruam kulit, jumlah sel darah rendah, dan masalah hati pasca melahirkan. Sedangkan gejala yang terjadi pada bayi, memiliki kelainan jantung, dan dapat hilang setelah beberapa bulan.

 

Hal itu autoantibodi (SSA/B) dapat melewati plasenta dan menyebabkan masalah konduksi pada jantung (heart block), penderita dengan lupus ini perlu dipantau secara ketat pada masa kehamilan. Pemantauan dapat dilakukan dengan dokter spesialis kandungan dan penyakit dalam.

 

  1. Lupus Akibat Induksi Obat

Lupus ini disebut juga dengan Drug Induced Lupus (DIL) atau Induced Lupus Erythematosus (DILE). Efek samping obat-obatan juga dapat memicu terjadinya penyakit lupus. Tetapi efek samping obat juga akan berbeda-beda pada setiap orang. Lebih dari 100 jenis obat yang dapat menimbulkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.

 

Gejala lupus akibat induksi obat umumnya akan hilang jika penderita berhenti mengonsumsi atau menggunakan obat tersebut. Oleh sebab itu, jenis lupus satu ini biasanya tidak perlu menjalankan pengobatan khusus. Akan tetapi, untuk selalu berbicara dengan dokter sebelum memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

 

Sahabat Hermina, itulah beberapa jenis penyakit lupus yang dapat kita ketahui dan pahami. Jika, sahabat herimna mengalami beberapa gejala seperti diatas segeralah konsultasikan masalah kesehatan anda ke dokter spesialis, agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.