Manfaat Vitamin D3 bagi Penderita COVID-19

Manfaat Vitamin D3 bagi Penderita COVID-19

Kasus aktif COVID-19 adalah pasien yang dinyatakan positif COVID-19 dan sedang menjalani perawatan. Pandemi COVID-19 telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia. Infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) ini menunjukkan spektrum penyakit yang luas dan sebagian besar pasien mengalami gejala ringan atau bahkan asimtomatik atau tanpa gejala.

 

 

Seputar Gejala COVID-19

 

Menurut materi tanya jawab seputar virus corona yang disusun oleh Kementerian Kesehatan RI bersama USAID dan Germas pada Mei 2020, bila timbul gejala, tingkat keparahannya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

 

1. Gejala Kategori Ringan

  • Demam lebih tinggi sama dengan 380C
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Malaise

 

2. Gejala Kategori Sedang  

  • Demam lebih tinggi sama dengan 38 derajat Celsius
  • Sesak napas, batuk menetap, dan sakit tenggorokan
  • Batuk atau kesulitan bernapas, disertai napas cepat pada anak dengan pneumonia ringan

 

3.  Gejala Kategori Berat

  • Demam lebih kurang sama dengan 38 derajat Celsius
  • Ada infeksi saluran napas dengan tanda-tanda: peningkatan frekuensi napas hingga sesak napas dan batuk
  • Penurunan kesadaran
  • Dalam pemeriksaan lanjut, ditemukan saturasi oksigen kurang dari 90% udara luar
  • Dalam pemeriksaan darah: Leukopenia, peningkatan monosit, dan peningkatan limfosit atipik 

 

 

Manfaat Vitamin D3 Bagi Pasien COVID-19

 

1,25-dihydroxyvitamin D3 (1,25(OH)2D3) merupakan bentuk aktif dari vitamin D3 yang diproduksi dominan oleh prekursor dalam kulit melalui radiasi ultraviolet B (UVB) terhadap 7-dehydrocholesterol. Vitamin D banyak ditemukan di produk susu, sereal, dan minyak ikan. 

 

Secara kimiawi, bentuk aktif dari vitamin D ada dua, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D3 menghambat ekspresi dan mengurangi transkripsi beberapa sitokin proinflamasi. Di sisi lain, vitamin D juga meningkatkan sitokin T helper yang bersifat antiinflamasi. Vitamin D3 punya peran sangat penting dalam mengatur kadar kalsium di dalam tubuh, serta menjaga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin ini dapat berbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung, serta pada beberapa makanan hewani, seperti ikan laut, telur, susu, dan olahannya hati sapi, dan sereal yang diperkaya vitamin D3.

 

Selain menjaga kesehatan tulang dan gigi, vitamin D3 memiliki peran penting dalam pencegahan dan terapi berbagai penyakit infeksi respiratorik, seperti tuberkulosis paru dan influenza. Vitamin D3 dalam tubuh berhubungan dengan kerentanan terhadap infeksi tuberkulosis paru yang aktif dengan tingkat keparahan yang lebih berat.

 

Pada salah satu studi kohort retrospektif di Indonesia yang dilakukan oleh Prabowo Raharusun dan rekan-rekan terhadap 780 pasien COVID-19, setelah mengesampingkan faktor seperti usia, jenis kelamin, dan komorbiditas, hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa status vitamin D punya kaitan erat dengan mortalitas pasien COVID-19. Bila dibandingkan dengan pasien COVID-19 yang memiliki status vitamin D yang normal, risiko kematian meningkat 10,12 kali pada pasien yang mengalami kekurangan vitamin D.

 

Vitamin D juga mengurangi respons inflamasi terhadap infeksi SARS-CoV-2, karena vitamin D mampu berinteraksi dengan protein angiotensin-converting-enzyme 2 (ACE2) sebagai reseptor masuknya virus SARS-CoV-2. Meski diperlukan lebih banyak penelitian lagi terkait vitamin D dan COVID-19, vitamin ini diketahui dapat berperan dalam modulasi sistem imun dengan menghambat pengeluaran sitokin proinflamasi dan meningkatkan sitokin yang bersifat antiinflamasi. 

 

Oleh sebab itu, di masa pandemi ini penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, terutama vitamin D3. Caranya dengan berjemur di pagi hari dan mengonsumsi makanan kaya vitamin D3.

 

Jika perlu informasi lebih lanjut, silakan konsultasikan kesehatan Anda dengan RSU Hermina Medan. 

 

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.