Mengenal BPPV Penyebab Kambuhnya Vertigo

Mengenal BPPV Penyebab Kambuhnya Vertigo

Mengenal BPPV Penyebab Kambuhnya Vertigo

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah gangguan yang terjadi di organ keseimbangan telinga dengan gejala vertigo. BPPV lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. BPPV adalah salah satu penyebab paling umum vertigo kambuh. Kondisi ini sering kali menyerang secara tiba-tiba dan membuat penderitanya merasa seolah-olah ruangan di sekitarnya berputar. Cedera kepala, penyakit infeksi atau gangguan lain di telinga dapat menjadi penyebab BPPV.

Gejala BBPV adalah vertigo sensasi pusing berputar yang dipicu oleh perubahan posisi kepala mendadak. Tanda dan gejala BPPV bisa sembuh atau kambuh dalam beberapa waktu, biasanya berlangsung kurang dari satu menit.

Saat vertigo yang disebabkan oleh BPPV menyerang, gejala yang ditimbulkan bisa berbeda-beda setiap orang. Meski begitu, ada beberapa gejala yang umum terjadi, di antaranya:

  • Pusing
  • Ruangan di sekitar terasa seperti berputar atau bergerak
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mual
  • Muntah

Selain gejala-gejala di atas, terkadang serangan BPPV juga disertai dengan gerakan bola mata yang tidak normal (nistagmus).

Kambuhnya gejala BPPV dipicu oleh perubahan posisi kepala. Contoh gerakan posisi kepala yang bisa menyebabkan serangan BPPV adalah:

  • Membaringkan tubuh
  • Membalikkan posisi tubuh
  • Berguling di tempat tidur
  • Gerakan mengangkat, menurunkan, atau memiringkan kepala
  • Gerakan kepala yang cepat
  • Berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama, seperti di kantor atau saat tiduran di salon
  • Gerakan olahraga aerobik dengan intensitas yang tinggi
  • Guncangan kepala saat mengendarai sepeda di jalur yang kasar

BPPV juga bisa terjadi saat sedang berdiri atau berjalan dan menyebabkan hilangnya keseimbangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko penderitanya untuk jatuh, yang bisa berbahaya bila terjadi saat melakukan aktivitas tertentu. Orang yang memiliki riwayat BPPV juga mungkin bisa lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.

Berbagai Penyebab BPPV

Pada dasarnya, BPPV terjadi karena adanya kelainan struktur pada telinga bagian dalam. Penyebab kelainan ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa kasus melaporkan bahwa BPPV bisa terjadi setelah adanya pukulan ringan hingga keras di bagian kepala.

Meski jarang terjadi, BPPV juga bisa disebabkan oleh cedera pada operasi telinga. Selain itu, beberapa faktor berikut juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami BPPV:

  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera kepala
  • Mengalami jenis migrain tertentu
  • Memiliki gangguan telinga bagian dalam, seperti penyakit Meniere

Cara Mencegah dan Mengatasi BPPV

Setelah menjalani pemeriksaan dokter, Sahabat Hermina tetap perlu melakukan beberapa hal untuk mencegah atau mengurangi serangan BPPV. Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan:

  • Selalu berhati-hati saat berjalan. Berhentilah jika merasa kehilangan keseimbangan agar tidak terjatuh.
  • Segera duduk jika kepala terasa berputar.
  • Gunakan pencahayaan yang baik untuk berjaga-jaga jika bangun di malam hari.

Jika BPPV kambuh, bisa mengambil langkah-langkah berikut sebelum memeriksakan diri ke dokter:

  • Hindari tidur pada sisi yang sering menyebabkan pusing.
  • Tidur dengan 2 bantal atau lebih di bawah kepala.
  • Angkat kepala perlahan saat bangun di pagi hari dan duduklah di sisi tempat tidur sejenak sebelum berdiri.
  • Hindari membungkuk untuk mengambil sesuatu.

Meski BPPV termasuk kondisi yang tidak berbahaya dan sering hilang dengan sendirinya, segera periksakan ke dokter jika mengalami pusing yang parah, berulang-ulang selama lebih dari seminggu, atau disertai demam, penglihatan ganda, kehilangan pendengaran, kesulitan berbicara, kesulitan berjalan, atau bahkan pingsan.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.