Mengenal Insomnia dan Hipersomnia

Mengenal Insomnia dan Hipersomnia

Pernah dimana kita merasakan sulit tidur atau kebalikannya sering tidur? sebenarnya gangguan tidur itu apa? mengapa hal tersebut bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? tidur yang cukup adalah terdiri dari 8 jam/ hari. waktu tidur terlalu lama atau sedikit dapat menimbulkan gangguan baik mental dan fisik.

gangguan tidur yang pertama adalah insomnia.

Insomnia

insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderita sulit tidur dan merasa tidak cukup untuk tidur. insomnia terdiri dari insomnia primer dan sekunder.

insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak didasari oleh gangguan medis. sedangkan insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang didasari oleh gangguan medis misalnya konsumsi alkohol, depresi, dan lain-lain.

Gejala yang dirasakan diantaranya

  • Sulit tidur atau tidur tidak nyenyak. sulit tidur menyebabkan pasien mengalami kesulitan konsentrasi, menurunkan daya ingat, sampai gangguan fisik dan psikis.
  • Penyebab insomnia diantaranya mengalami stres, mengalami peristiwa yang traumatis, perubahan kebiasaan tidur seperti tidur di tempat baru, mengalami jet lag, mengonsumsi obat-obatan tertentu.

faktor risiko mengalami insomnia diantaranya masalah mental seperti gangguan kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma, perubahan hormon pada wanita yang mengalami menstruasi, perjalanan jauh.  

pencegahan diantaranya dengan jangan terlalu banyak tidur di siang hari, kurangi minuman alkohol dan kafein, menghindari makan dan minum yang banyak sebelum tidur.

Hipersomnia

Gangguan tidur yang kedua adalah hipersomnia

Hipersomnia adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari walaupun malam nya sudah tidur dengan cukup. hipersomnia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari misal saat berkendara.  penyebabnya juga dibagi menjadi dua macam diantaranya primer dan sekunder, primer ketika tidak ada gangguan medis yang mendasari melainkan akibat gangguan genetik yang menyebabkan produksi histamin didalam otak berkurang sekunder ketika ada gangguan medis yang mendasari seperti hipertiroidisme, kondisi psikis, efek samping obat sedatif, dan minum alkohol.

Gejala hipersomnia diantaranya adalah

  • mudah marah
  • Glisah dan tersinggung
  • Tidak nafsu makan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi
  • Sulit berpikir dan bicara cepat
  • Lelah ekstrim yang berlangsung terus menerus & kantuk yang tidak mereda di siang hari.

pencegahan diantaranya membuat jadwal tidur dan bangun tidur pada jam yang sama setiap harinya, tidak konsumsi minuman berkafein dan alkohol, tidak bekerja dan belajar hingga larut malam, konsumsi makan teratur dan istirahat cukup.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.