pertusis, herminaciruas, dr indah septiane

Mengenal Pertusis: Penyakit yang Perlu Diwaspadai

 

Pertusis, yang juga dikenal sebagai batuk rejan atau whooping cough, adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Meskipun telah ada vaksin untuk pertusis, penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa bagian dunia. Untuk lebih memahami pertusis, mari kita lihat lebih dekat penyebab, gejala, penyebaran, pengobatan, dan upaya pencegahan.

Penyebab Pertusis

Pertusis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Bakteri ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan peradangan dan menghasilkan racun yang menyebabkan gejala khas penyakit ini. Pertusis sangat menular dan dapat menyebar melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Gejala Pertusis

Gejala pertusis dapat berkembang dengan lambat dan seringkali mirip dengan gejala pilek ringan pada awalnya. Gejala umumnya termasuk batuk kering, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Namun, setelah beberapa minggu, batuk menjadi lebih parah dan disertai dengan serangan batuk yang kuat dan berulang, yang bisa membuat sulit bernapas. Ketika seseorang mencoba mengambil napas setelah serangan batuk, dapat terjadi suara "whoop" yang khas, sehingga penyakit ini juga dikenal sebagai "whooping cough."

Penyebaran Pertusis

Pertusis menyebar dengan cepat melalui tetesan kecil yang dilepaskan ke udara saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penyebaran ini terutama rentan pada bayi dan anak-anak kecil yang belum mendapatkan dosis lengkap vaksin. Pertusis dapat menyebar dengan mudah dalam keluarga, sekolah, atau komunitas yang padat penduduk.

Pengobatan Pertusis

Pengobatan pertusis biasanya melibatkan antibiotik, seperti azitromisin atau eritromisin. Pengobatan ini lebih efektif jika dimulai pada tahap awal penyakit sebelum gejala yang parah muncul. Meskipun antibiotik dapat membantu mengurangi durasi dan keparahan penyakit, serangan batuk dapat tetap berlanjut selama beberapa minggu.

Pencegahan Pertusis

Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah pertusis. Vaksin DTP (difteri, tetanus, dan pertusis) atau DTaP (difteri, tetanus, dan pertusis versi termodifikasi untuk anak-anak) biasanya diberikan selama masa kanak-kanak sebagai bagian dari jadwal imunisasi rutin. Imunisasi ini membantu melindungi anak-anak dari penyakit dan mencegah penyebaran infeksi ke orang lain.

Selain vaksinasi, langkah-langkah kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran pertusis. Orang yang didiagnosis dengan pertusis sebaiknya menghindari kontak dengan bayi dan orang-orang yang rentan terhadap penyakit ini.

Kesimpulan

Pertusis, meskipun telah dikendalikan dengan vaksinasi, tetap menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Mengenali gejala awal, mendapatkan perawatan yang tepat, dan menjalani vaksinasi sesuai jadwal dapat membantu melindungi diri sendiri dan masyarakat dari dampak yang serius akibat penyakit ini. Penting untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan tindakan pencegahan lainnya guna mengurangi angka kasus pertusis di seluruh dunia.

Categories