Mr. P Susah Berdiri? (Disfungsi Ereksi)

Mr. P Susah Berdiri? (Disfungsi Ereksi)

Keperkasaan seorang pria tentu tidaklah hanya ditunjukkan dari seberapa besarnya oto yang dimiliki, tetapi seringkali dinilai melalui performanya di atas ranjang. Namun sayangnya, keinginan untuk memuaskan pasangannya seringkali terhalang dengan adanya masalah seksual seperti disfungsi ereksi. Hal ini tentu akan meruntuhkan rasa percaya diri dan harga diri seorang pria.

Disfungsi ereksi (impotensi) atau dalam Bahasa awam disebut dengan lemah syahwat, adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual. Disfungsi ereksi atau impotensi adalah kondisi saat penis tidak mampu ereksi atau mempertahankan ereksinya meskipun ada rangsangan seksual.

Disfungsi ereksi bisa juga berkaitan dengan gangguan kesehatan lainnya, seperti masalah pada pembuluh darah hingga memengaruhi kualitas hidup. Terdapat 3 kondisi yang menjadi tanda-tanda gangguan ereksi, yaitu bisa ereksi tetapi hanya sebentar, tidak bisa ereksim dan kurangnya gairah seks.

 

Penyebab Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari masalah gaya hidup, psikologim bahkan masalah kesehatan lainnya. Ada berbagai yang bisa menyebabkan impotensi, antara lain:

  • Gangguan aliran darah yang menuju Mr. P berkurang.
  • Kerusakan saraf yang diakibatkan oleh operasi prostat, terapi radiasi, diabetes, dan penyakit tulang belakang.
  • Gangguan pada hormon.
  • Faktor cidera dan penggunaan obat-obatan.

Kebiasaan tidak sehat juga dapat mempengaruhi, seperti minum-minuman beralkohol dan merokok dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi.

 

Gejala Disfungsi Ereksi

Gejala utamanya adalah sulitnya penis dalam mempertahankan ereksi, meski terdapat rangsangan seksual. Gejala lainnya yang dapat dicurigai memiliki gangguan ereksi, antaranya:

  • Terkadang mendapatkan ereksi, tetapi tidak setiap kali saat berhubungan seksual.
  • Mendapatkan ereksi, tetapi tidak bertahan lama atau tidak dapat mencapai kepuasan.
  • Tidak bisa ereksi sama sekali.

Selain itu, ada gejala lain yang berhubungan dengan disfungsi ereksi, seperti:

  • Penurunan gairah dalam berhubungan seksual.
  • Dan ejakulasi dini.

 

Pencegahan Disfungsi Ereksi

Secara umum disfungsi dapat dicegah, berikut adalah beberapa tips untuk mencegahnya:

  • Dengen Memperhatikan Asupan Makanan Seharh-Hari

Dianjurkan untuk memiliki diet kesehatan yang menganjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang berlemak jenuh, meningkatkan asupan buah, sayuran, sumber protein, serta gandum utuh yang baik untuk kesehatan.

  • Melakukan Olahraga Rutin

Olahraga secara rutin dapat mencegah terjadinya disfungsi ereksi dan mengurangi stres.

  • Menjaga Berat Badan Ideal Atau Tetap Stabil

Hindari memiliki berat badan yang berlebih (Obesitas) sehingga dapat terhindar dari masalah disfungsi ereksi.

  • Selalu Mengontrol Penyakit

Jika Sahabat Hermina memiliki komorbid, seperti hipertensi, diabetes, ataupun kolesterol tinggi, dipastikan agar selalu terkontrol dengan baik.

 

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada hubungan seksual yang tidak memuaskan pasangan, sehingga dapat menyebabkan trauma untuk melakukan hubungan intim selanjutnya. Dokter ahli akan memberikan pengobatan yang spesifik pada setiap pengidap, karena penyebab disfungsi ereksi bisa berbeda-beda.

Berikut adalah pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi:

  • Pemberian Obat

Untuk pengobatan awal, dokter biasanya akan memberikan obat yang bekerja saat sedangan berhubungan seksual

  • Terapi Testosteron atau hormone

Terapi dilakukan jika terbukti kadar hormone testosterone rendah, dengan suntikan hormone testosteron dapa membantu meningkatkan testosterone dalam tubuh.

  • Pemasangan vakum

Pengobatan lainnya untuk disfungsi ereksi adalah dengan penggunaan tabung vakum khusus, alat vakum membantu untuk menstimulasi ereksi dengan cara menarik darah masuk ke dalam penis.

  • Melakukan tindakan operasi

Tindakan operasi dilakukan pada kondisi tertentu, seperti terjadinya gangguan prostat, gangguan pembuluh darah pada penis, atau untuk pemasangan implan agar penis dapat ereksi.

 

Oleh karena itu disfungsi ereksi adalah gangguan kesehatan yang terjadi pada seorang pria. Hal penyebab terjadinya bermacam-macam, untuk pencegahan terjadinya disfungsi ereksi kita dapat menerapkan gaya hidup yang sehat dengan mencukupi asupan makan sehari-hari, hindari meminum-minuman alkohol atau merokok, dan rutin melakukan olahraga untuk membantu mengurangi stress dan mencegah terjadinya disfungsi ereksi. Jika Sahabat mengalami gejala seperti diatas segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.