NYERI LEHER

NYERI LEHER

Sahabat Hermina yang berbahagia,

Setiap orang dewasa hampir seluruhnya pasti pernah mengalami nyeri leher, nyeri leher merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai pada orang dewasa, dan merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai terutama pada wanita usia produktif. Penelitian menunjukkan bahwa nyeri leher terjadi pada 30-50% seluruh orang dewasa. Angka ini akan semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia, puncaknya pada usia pertengahan. Produktivitas kerja menjadi dampak utama yang terpengaruh dikarenakan nyeri leher. Penelitian lain menunjukkan bahwa 50% hingga 85% dari total penderita nyeri leher tidak menunjukkan kesembuhan sempurna setelah gejala diobati, beberapa diantaranya akan menjadi nyeri leher kronik.

Perlu diketahui bahwa nyeri leher merupakan penyakit multifaktorial, dan merupakan masalah utama dalam masyarakat modern. Beban ekonomi yang dialami penderita sakit leher sangat mengganggu termasuk biaya perawatan, penurunan produktivitas dan masalah terkait pekerjaan. Beberapa studi menunjukkan bahwa nyeri leher memiliki faktor risiko utama seperti usia lanjut, gender wanita, dukungan sosial yang rendah, kurangnya aktivitas fisik, durasi penggunaan komputer setiap hari, dan stres yang dirasakan. Mengidentifikasi faktor protektif atau risiko, pemicu, dan hasil dapat membantu memandu pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan pengelolaan nyeri leher.

Terdapat faktor risiko yang sangat penting untuk diperhatikan terkait nyeri leher pada zaman modern saat ini yaitu faktor psikologis. Secara keseluruhan, faktor-faktor seperti stres, nyeri berat yang diabaikan dalam jangka waktu lama, gejala depresi, kualitas tidur yang rendah, dan konsumsi alkohol mungkin berperan proses seseorang mengidentifikasi dan mempersepsikan nyeri. Maka dari itu, sangat penting untuk Sahabat Hermina yang mengalami nyeri leher agar dapat meperiksakan gejala nyeri leher yang dialami kepada dokter spesialis syaraf/neurologi agar dapat mengatasi gejala secara tuntas.

Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan bila anda mengalami nyeri leher, yaitu:

  • Kompres leher

Mengompres sangat membantu untuk mengurangi proses inflamasi pada jaringan sekitar leher, bahkan bisa saja gejala hilang sepenuhnya hanya dengan kompres. Disarankan untuk mengompres leher dengan suhu dingin seperti es batu yang dibalut handuk selama 2-3 hari, dilanjutkan dengan kompres hangat untuk membantu mengurangi kekakuan otot.

  • Stretching

Stretcing leher dapat meregangkan otot – otot pada leher yang berkontribusi bahkan hingga 50% penyebab nyeri. Sebaiknya stretch dilakukan perlahan dengan menggerakkan leher ke atas dan bawah, samping kanan kiri, dan gerakan memutar kepala, serta tidak memaksakan gerakan yang dilakukan

  • Menentukan bantal saat tidur

Menggunakan bantal yang sesuai merupakan hal yang sangat penting dikarenakan banyaknya waktu yang digunakan seseorang untuk tidur, sehingga posisi leher saat tidur harus tepat agar tidak memperberat nyeri. hindari penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau keras.

  • Hindari beban pada leher

Sangat penting untuk menjaga leher dari beban agar tidak menambah nyeri yang sudah ada, misalnya seperti mengangkat berat, menunduk terlalu lama misalnya saat melihat smartphone, serta menggunakan tas selempang denga nisi yang terlalu berat.

  • Pijat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa nyeri leher banyak terpengaruh dari faktor otot leher (muskuloskeletal). Pijatan ringan terbukti dapat memperbaiki kekakuan otot dan mengurangi nyeri, disarankan agar pijat dilakukan oleh tenaga professional dan hindari mengintervensi daerah tulang dan sendi leher.

  • Obat

Obat terbukti dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup penderita nyeri, tentunya penggunaan obat-obatan harus dilakukan dibawah pengawasan dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang justru dikhawatirkan dapat menambah masalah baru.

 

Terdapat mitos yang perlu diketahui Bersama oleh sahabat Hermina terkait nyeri leher, yaitu Istirahat total dan tidak menggerakkan leher sama sekali selama pemulihan. Faktanya bahwa tetap aktif beraktivitas akan lebih membantu pasien nyeri leher daripada istirahat total, sebaliknya bed rest yang terlalu lama tidak disarankan pada penderita nyeri leher maupun nyeri punggung bawah. Penelitian menunjukkan gerak aktif terbatas justru  membantu mempercepat pemulihan nyeri leher daripada istirahat berkepanjangan.

                Jadi sahabat Hermina, yuk kita tetap aktif bergerak fisik agar terhindar dari nyeri leher. Bagi sahabat Hermina yang mengalami nyeri leher, segerakan untuk konsultasi dengan dokter spesialis syaraf di RS Hermina agar dapat didiagnosis dengan tepat dan diobati hingga pulih sepenuhnya.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.