Osteoarthritis Sendi

Osteoarthritis Sendi

Osteoarthritis (Osteoarthrosis/OA) atau pengapuran sendi adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi. Penyakit ini umumnya terjadi karena proses penuaan yang mengakibatkan sendi menjadi aus atau rusak. Pada OA, tulang rawan di antara tulang-tulang sendi mengalami kerusakan. Permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku. Sendi yang sering terkena OA adalah sendi yang biasa digunakan seperti tangan dan tulang belakang, dan sendi yang menahan berat badan seperti pinggul, lutut dan pergelangan kaki.

 

Osteoarthritis mempunyai gejala sebagai berikut :

1. Nyeri dan kekakuan sendi

2. Bengkak pada sendi

3. Suara gemeretak pada saat pergerakan sendi

4. Fungsi sendi menurun (pergerakan sendi menjadi terbatas)

 

Penyakit OA memengaruhi orang-orang dari semua ras dan jenis kelamin. Paling sering terjadi pada pasien usia 40 tahun ke atas. Proses OA terjadi lebih cepat jika memiliki faktor risiko lainnya (hal-hal yang meningkatkan risiko terkena OA).

Faktor risiko ini meliputi:

1. Usia yang lebih tua

2. Memiliki anggota keluarga dengan OA

3. Kegemukan

4. Trauma sendi sebelumnya atau

5. Penggunaan sendi berlebihan

6. Kelainan bentuk sendi seperti panjang kaki yang tidak sama, lutut melengkung atau bengkok

 

Perlindungan sendi adalah pendekatan manajemen diri yang bertujuan untuk mempertahankan kemampuan fungsional melalui perubahan/adaptasi metode kerja dan pola pergerakan sendi yang terkena. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri, peradangan dan tekanan pada sendi selama melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat membantu menjaga keutuhan struktur sendi dalam jangka waktu yang lebih lama.

 

Prinsip umum perlindungan sendi adalah sebagai berikut :

1.  Waspadai Rasa Nyeri

Rasa nyeri merupakan sinyal tubuh (alarm). Bila timbul rasa nyeri setelah beraktivitas, maka harus mempertimbangkan bahwa aktivitas tersebut terlalu aktif atau melakukan aktivitas yang terlalu banyak. Jangan mengabaikan rasa nyeri dan waspadai nyeri yang terjadi. Untuk pasien radang sendi, berlaku “aturan 2-Jam” yang menyatakan bahwa jika mengalami rasa nyeri lebih berat dibandingkan sebelumnya dua jam setelah berolahraga, pertimbangkan untuk mengurangi lama dan beratnya olahraga berikutnya. Pada dasarnya, sesuaikan tingkat aktivitas dengan tingkat nyeri.

2.  Hindari Kegiatan yang Merusak Sendi

Hindari aktivitas apa pun yang menyebabkan nyeri dan temukan cara yang lebih baik untuk menyelesaikan tugas. Jika berdiri menyebabkan nyeri, cobalah melakukan aktivitas sambil duduk. Perlu juga menghindari mengangkat berat. Pada akhirnya, akan dapat menentukan kegiatan apa yang harus dihindari berdasarkan rasa nyeri yang dialami.

3.  Penggunaan Alat Bantu Aktivitas dan Modifikasi Lingkungan.

Banyak alat yang dapat membantu dalam menyelesaikan tugas yang sulit dan menimbulkan nyeri. Alat pembersih dan sapu bergagang panjang, meninggikan dudukan toilet dan bangku shower, mengganti kursi dengan kursi yang membuat lebih mudah berubah posisi dari duduk ke berdiri, mengatur rak untuk menyimpan barang-barang yang sering digunakan agar mudah dijangkau adalah beberapa contoh modifikasi yang mudah dilakukan atau dibuat untuk memudahkan aktivitas. Dengan menggunakan alat bantu, maka akan mengurangi stres pada sendi.

4.  Postur dan Mekanika Tubuh yang Benar Saat Beraktivitas.

Lakukan cara yang tepat saat berdiri, duduk, membungkuk, meraih dan mengangkat sehingga dapat mengurangi tekanan pada sendi.

Beberapa contoh mekanika tubuh yang benar adalah:

Berdiri tegak. Pada saat berdiri, tulang belikat ditarik ke belakang dengan kaki lurus dan bagian atas kepala Anda sejajar dengan langit-langit. Tarik pantat ke dalam sehingga panggul tidak berputar ke belakang.

Duduk tegak. Geser ke belakang saat duduk sehingga bokong sejajar dengan punggung kursi. Tegakkan bahu dan sejajarkan dengan kepala seolah-olah seutas tali menariknya ke atas. Lutut harus berada pada sudut 90 ° dan tidak lebih rendah dari pinggul serta kaki rata ke tanah.

Berjalan dengan baik. Dengan mempertahankan postur yang benar, akan dapat menghemat energi sekaligus melindungi sendi. Orang dengan kerusakan sendi seperti OA mungkin tidak dapat mempertahankan posisi tegak saat berjalan, tetapi semua orang harus berjalan tegak dan bergerak secara teratur.

Mengangkat dengan hati-hati. Setiap kali harus mengangkat benda berat, tekuk pinggul dan lutut. Jangan hanya membungkuk dari pinggang. Jika membungkuk, punggung berada dalam posisi yang lebih berbahaya dan tidak mampu menopang berat tambahan.

5.  Hindari Diam pada Satu Posisi dalam Waktu Lama.

Diam dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama dapat menyebabkan persendian menjadi kaku dan terasa nyeri. Harus mengubah posisi sesering mungkin sehingga dapat melindungi sendi.

6.  Seimbangkan Aktivitas dan Istirahat.

Ketika tubuh memberi sinyal berupa adanya rasa nyeri maka menunjukkan bahwa aktivitas sudah cukup sehingga harus dijadwalkan periode istirahat. Dengan menyeimbangkan aktivitas dan istirahat, maka akan dapat melakukan aktivitas yang lebih banyak, meskipun mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

7.  Hindari Periode Imobilitas Berkepanjangan.

Keadaan tidak aktif dan imobilitas yang berkepanjangan akan menyebabkan kekakuan dan peningkatan rasa sakit. Latihan lingkup gerak sendi harus dilakukan setiap hari. Setiap sendi harus dilatih dengan menekuk dan meregangkannya.

8.  Kurangi Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih menambah tekanan pada sendi yang menahan berat badan. Dengan menurunkan berat badan dan kemudian mempertahankan berat badan ideal, akan melindungi sendi dari kerusakan.

9.  Sederhanakan, Rencanakan dan Atur Aktivitas

Gunakan otot dan persendian dengan lebih efisien. Dengan merencanakan dan mengatur pekerjaan atau kegiatan apa pun, menyebabkan energi yang dikeluarkan saat aktivitas  bisa dihemat dan dapat mengurangi tekanan pada sendi.

10.Lakukan Olahraga Teratur

Meskipun memiliki berat badan ideal, tetap harus aktif secara fisik. Olahraga membantu menjaga fungsi sendi, kekuatan tulang dan kekuatan otot. Selain membantu dalam mempertahankan berat badan, olahraga juga meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati. Olahraga seperti tai chi mudah dilakukan pada sendi dan membantu menjaga keseimbangan dan fleksibilitas. Berjalan, bersepeda, dan berenang adalah pilihan yang bagus. Latihan di kolam renang dapat dilakukan pada keadaan nyeri.

 

 

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.