Seluk Beluk Diabetes Melitus

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis saat tubuh tidak bisa menyerap gula (glukosa) sehingga kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi.

Ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat (nasi, mie, ketela, ubi, kentang, roti), tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula (glukosa). Glukosa ini akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan diserap sel tubuh dengan bantuan “insulin”.

Pada kondisi DM, dapat terjadi kurang atau tidak adanya produksi insulin, atau insulin diproduksi dalam jumlah cukup namun tubuh tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin). Kondisi tersebut menyebabkan kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi karena tidak bisa diserap oleh sel tubuh.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih mungkin terkena DM, diantaranya yaitu riwayat keluarga dengan DM, usia di atas 45 tahun, sedentary lifestyle, dan merokok.

DM dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu DM tipe I terjadi pada anak-anak diakibatkan autoimun. DM tipe II terjadi pada orang dewasa diakibatkan keturunan dan gaya hidup. DM gestasional yaitu DM yang terjadi pada kehamilan. DM tipe lain yang bisa disebabkan oleh obat-obatan atau kondisi lain.

Gejala penyakit DM meliputi gejala khas yaitu, sering merasa lapar, sering merasa haus, dan sering buang air kecil. Gejala lain meliputi berat badan turun tanpa alasan jelas, luka sulit sembuh, kesemutan, dan mudah terkena penyakit infeksi.

Penyakit DM dapat didiagnosis dengan pemeriksaan gula darah. Apabila dokter sudah mendiagosis seseorang terkena DM, maka perlu adanya usaha untuk menjaga agar kadar gula darah tetap stabil. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, mengonsumsi obat-obatan atau insulin sesuai petunjuk dokter, disertai perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup tersebut meilputi pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, menurunkan berat badan, dan berhenti merokok.

Jika penyakit DM tidak dikendalikan dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan, yaitu penyakit jantung koroner, stroke, sumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kerusakan retina mata, kerusakan saraf, dan beberapa kondisi lainnya.

Untuk mencegah timbulnya penyakit diabetes, terutama pada orang yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes, diperlukan perubahan gaya hidup meliputi pengaturan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik, menurunkan berat badan, berhenti merokok.

Categories