Serangan Jantung, Henti Jantung. Lalu, Apa Bedanya?

Serangan Jantung, Henti Jantung. Lalu, Apa Bedanya?

Sahabat Hermina, pasti di antara kita sering mendengar istilah mengenai henti jantung dan serangan jantung. Namun, apakah kita mengetahui bahwa henti jantung dan serangan jantung adalah hal yang berbeda. Bagi sahabat Hermina yang udah penasaran nih pengen tahu apa beda kedua penyakit, di atas yuk simak artikel berikut :

Serangan Jantungan

Serangan jantung adalah kondisi darurat medis dimana aliran darah ke otot jantung terhambat akibat adanya plak atau penyumbatan di pembuluh darah jantung.. Gangguan aliran darah ke jantung bisa merusak atau bahkan menghancurkan otot jantung yang berakibat fatal. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan jantung harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan seseorang berisiko mengalami penyakit arteri koroner yang mengakibatkan serangan jantung. Misalnya:

1. Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

2. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh.

3. Mengidap penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes.

4. Mengalami kondisi obesitas.

5. Memiliki kebiasaan merokok.

6. Memiliki riwayat keluarga dengan serangan jantung.

7. Kurang melakukan olahraga atau aktivitas fisik.

8. Memiliki tingkat stres yang tinggi.

9. Mengidap gangguan autoimun.

10. Memiliki riwayat preeklamsia.

Henti Jantung

Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran dan napas yang berhenti.  Kondisi ini terjadi karena gangguan listrik di jantung, yang mengakibatkan pompa jantung terhenti. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh juga terhenti.

Henti jantung mendadak lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya, seperti:

  1. Penyakit jantung koroner
  2. Penyakit otot jantung (kardiomiopati)
  3. Gangguan katup jantung
  4. Penyakit jantung bawaan
  5. Sindrom Marfan

Selain menderita penyakit jantung, seseorang akan lebih berisiko terkena henti jantung mendadak jika:

  1. Berusia di atas 45 tahun (pria) atau di atas 55 tahun (wanita).
  2. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung.
  3. Jarang berolahraga dan tidak aktif bergerak.
  4. Memiliki kebiasaan merokok.
  5. Menyalahgunakan NAPZA seperti kokain atau amfetamin.
  6. Mengalami obesitas.
  7. Mempunyai kadar kolestrol yang tinggi.
  8. Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
  9. Menderita diabetes.
  10. Mengalami sleep apnea.
  11. Menderita gagal ginjal kronis.

Untuk lebih lengkapnya mengenai perbedaan antara kedua penyakit di atas dapat kita lihat pada table berikut ini :

 

Indikator

Henti Jantung

Serangan Jantung

Pengertian

kondisi gangguan yang fatal dimana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba karena gangguan gaya listrik pada otot jantung.

kondisi fatal yang terjadi saat jantung tidak menerima cukup aliran oksigen dari aliran darah yang menuju jantung.

Gejala yang ditimbulkan

  1. Tubuh roboh dan hilang kesadaran.
  2. Denyut nadi tidak ada dan tidak bernapas.
  3. Sebelum gejala di atas terjadi, beberapa di antaranya kadang mengalami tanda seperti rasa tidak nyaman atau nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar atau palpitasi.
  1. Sesak napas disertai tubuh kelelahan dan mengeluarkan keringat dingin.
  2. Dada nyeri seperti ditekan atau diremas yang menyebar hingga ke leher, rahang, dan punggung. Gejala ini terjadi secara berulang sebagai tanda peringatan.
  3. Sakit kepala ringan atau pusing mendadak.
  4. Perut terasa mual atau mulas.

Penyebab atau masalah Kesehatan yang mendasari

Henti jantung lebih mungkin dialami seseorang yang lahir dengan cacat jantung bawaan. Beberapa kejadian trauma juga dapat menyebabkan henti jantung secara mendadak seperti saat tersetrum, overdosis obat, aktivitas fisik terlalu berat, kehilangan banyak darah, penyumbatan saluran pernapasan, mengalami kecelakaan, tenggelam, dan hipotermia.

disebabkan oleh penyumbatan arteri jantung oleh plak dari kolesterol dan kalsium secara progresif, seperti aterosklerosis. Penyumbatan tersebut mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah tidak bersirkulasi dengan lancar.

Tindakan Penangananya

henti jantung, ahli medis akan memberikan CPR (CPR/Cardiopulmonary Resuscitation) atau resusitasi jantung dan paru. Tujuannya untuk menjaga darah yang mengandung oksigen tetap mengalir ke otak dan organ vital lainnya.

pasien serangan jantung, dokter akan memberikan obat seperti beta-blocker, aspirin, obat pengencer darah, dan obat antiplatelet.

 

Di samping pemberian obat-obatan, dokter spesialis jantung juga merekomendasikan prosedur angioplasti koroner dan operasi bypass koroner. Perawatan akan disempurnakan dengan rehabilitasi jantung untuk membantu pasien kembali ke aktivitas normal.

 

Meskipun berbeda, Kedunya merupakan kondisi darurat

Sahabat Hermina, walaupun henti jantung dan serangan jantung itu memiliki perbedaan, namun keduanya merupakan kondisi darurat yang butuh penanganan medis segera. Pasalnya, dalam beberapa menit henti jantung terjadi, otak bisa mengalami kerusakan bahkan kematian.Begitu juga dengan serangan jantung yang bisa merusak jaringan sehat di jantung dan menimbulkan kematian. Jika Anda mengalami gejala yang umumnya menyebabkan nyeri dada dan sesak napas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.