Tips Mengatasi Sembelit Pada Bayi dan Anak dengan Aman

Tips Mengatasi Sembelit Pada Bayi dan Anak dengan Aman

Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum dan sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Meski begitu, Sahabat Hermina tetap harus mewaspadai kondisi tersebut, karena sembelit sering sekali memberi dampak serius pada anak, apalagi jika Si Kecil masih berusia kurang dari tiga tahun. Maka dari itu, penting sekali bagi untuk mengetahui cara mengatasi sembelit pada bayi dan anak. Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini.

 

Penyebab Sembelit

  1. Peralihan dari ASI ke MPASI

Ketika memasuki 6 bulan, bayi sudah bisa dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Proses peralihan tekstur dari ASI ke MPASI ini membuat sistem pencernaan bayi harus beradaptasi dari yang sebelumnya mengonsumsi cairan ke makanan padat. Sehingga, wajar bila Si Kecil akan lebih mungkin untuk mengalami masalah sembelit ringan. Selain itu, pemberian MPASI yang rendah serat dan proses pengolahannya yang dilakukan lebih dari dua kali juga bisa menjadi faktor penyebab Si Kecil mudah mengalami sembelit.

  1. Pemberian susu formula

Perlu diketahui, bayi yang diberikan ASI eksklusif sangat jarang untuk mengalami masalah sembelit. Ini karena ASI memiliki nutrisi seimbang, sehingga tetap bisa menghasilkan tinja lembut meski ia belum BAB selama beberapa hari. Sebaliknya, bayi yang diberikan susu formula (sufor) lebih mungkin untuk mengalami sembelit. Pasalnya, komposisi nutrisi di dalam sufor berbeda dengan yang di ada ASI sehingga membuatnya sulit dicerna oleh sistem pencernaan si Kecil. Tidak hanya itu, perbedaan komposisi ini juga menyebabkan tinja Si Kecil menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan tubuhnya.

  1. Kekurangan cairan

Penyebab sembelit pada bayi dan anak berikutnya adalah akibat kekurangan cairan (dehidrasi). Kondisi seperti ini sebaiknya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan membuat tinja Si Kecil menjadi kering dan keras sehingga sukar untuk dikeluarkan dan dapat menimbulkan sakit saat BAB bahkan sampai mengeluarkan darah saat BAB. Ada beberapa faktor yang membuat Si Kecil bisa mengalami Dehidrasi karena kurangnya intake cairan , seperti sedang tumbuh gigi, sariawan, pilek, infeksi tenggorokan, dan infeksi telinga. Jika Bunda menemukan faktor penyebab tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Kekurangan cairan menjadi faktor utama penyebab sembelit pada anak sehingga orang tua perlu memastikan tercukupinya intake cairan pada anak setiap hari.

  1. Kondisi medis tertentu

Penyebab sembelit pada bayi juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti hipotiroidisme, alergi makanan, penyakit celiac, hingga keracunan makanan. Sementara, pada kasus yang lebih langka, sembelit pada bayi juga bisa disebabkan oleh penyakit HirschsprungPenyakit Hirschsprung sendiri adalah gangguan peristaltik/ pergerakan usus besar yang disebabkan tidak terbentuknya sel ganglion pada usus sejak dari lahir. Sebagai akibatnya adalah terganggangunya proses pengeluaran feses sehingga tinja terjebak dan menumouk di dalam usus besar. Biasanya, penyakit ini ini sudah memberi tanda dan gejala sejak di minggu pertama setelah kelahiran.

 

Tanda & Gejala Sembelit

Cara pertama yang bisa Sahabat Hermina lakukan untuk mengetahui apakah Si Kecil mengalami sembelit atau tidak adalah dengan mengamati siklus buang air besar (BAB). Dengan mengamati siklus BAB-nya, maka Sahabat Hermina langsung mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi kondisi di luar kebiasaan. Namun perlu diketahui juga bahwa kebiasaan BAB pada bayi dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya saja pola makan dan minum, aktivitas, dan seberapa cepat tubuh bayi mencerna makanan dan minuman yang masuk.

Adapun tanda dan gejala yang mengindikasikan bayi dan anak mengalami sembelit adalah:

  1. Tinja yang dikeluarkan sedikit dan keras
  2. Konsistensi tinja seperti tanah liat
  3. Bayi mengejan terlalu lama atau menangis ketika BAB
  4. Terdapat garis-garis merah pada tinja
  5. Kurangnya nafsu makan
  6. Perut yang keras

Sementara pada kasus yang lebih parah, tanda dan gejala sembelit pada bayi meliputi:

  • Demam
  • Muntah
  • Turunnya berat badan
  • Adanya benjolan di anus

Jika menemukan tanda atau gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena bila dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan masalah lain yang lebih serius pada saluran pencernaannya.

 

Tips Mengatasi Sembelit Pada Bayi dan Anak

Tidak perlu buru-buru untuk memberikan obat. Sahabat Hermina dapat mencoba beberapa cara berikut untuk mengatasi sembelit: 

  1. Perhatikan Pola Makan Ibu

Cara mengatasi sembelit tidak hanya dilakukan oleh Si Kecil, tapi juga Bunda. Ya, bila Si Kecil masih ASI eksklusif, cek kembali makanan yang sedang Bunda konsumsi. Pasalnya, makanan yang Bunda makan sehari-hari dapat memengaruhi kualitas ASI yang pada akhirnya dapat memicu sembelit pada bayi. Selama bayi mengalami sembelit, baiknya Bunda membatasi atau bahkan menghindari sejumlah makanan tertentu, seperti susu sapi dan produk turunannya, kopi, soda, hingga alkohol. Bila diperlukan, Bunda juga bisa berkonsultasi ke dokter anak untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat memengaruhi ASI untuk Si Kecil. 

  1. Cukupi Asupan Cairan Si Kecil

Secara umum, bayi tidak membutuhkan cairan tambahan karena asupan makanan mereka sendiri adalah ASI yang mana berbentuk cair. Namun, pada bayi yang mengalami masalah sembelit, pastikan Bunda mencukupi kebutuhan cairannya agar proses pencernaannya bisa berjalan dengan lebih optimal. Jika Si Kecil belum berusia 6 bulan, Bunda dapat memberikan lebih banyak ASI eksklusif untuk membantu mencukupi kebutuhan cairannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Sementara, bila ia sudah berusia di atas 6 bulan, Bunda bisa menambahkan asupan cairan dari beberapa sumber lain, seperti sup, air putih, serta buah atau sayuran yang mengandung banyak air dan sudah dihaluskan. 

  1. Melakukan Pijatan Lembut pada Perut Anak

Salah satu cara mengatasi sembelit pada anak adalah dengan pijat. Pada bayi, jika ia tampak kesulitan mengeluarkan BAB, maka Anda dapat membantu pergerakan usus dengan melakukan pijat lembut pada perutnya. Lakukan pijatan secara melingkar dari perut kanan bawah ke kiri bawah, melewati bagian atas perut. Gerakan ini sesuai dengan anatomi usus besar.

  1. Ajarkan Anak untuk Rutin BAB

Untuk mengatasi konstipasi pada anak, caranya bisa dengan mengajarkan ia untuk rutin BAB. Misal, tiap pagi hari. Dengan begitu, sensasi atau keinginan BAB akan terjadi pada saat yang ditentukan. Kebiasaan ini akan mempermudah anak untuk BAB dan menghindari ketakutan BAB di toilet sekolah. Sembelit memang umum terjadi, terutama pada si Kecil yang mulai makan makanan padat. Bunda bisa mulai mencoba beberapa cara di atas untuk mengatasi bayi sembelit. Namun, jika sembelit masih belum mereda hingga lebih dari 4 hari, berdarah saat BAB, atau si Kecil tidak mau makan, segera konsultasikan pada dokter di RSU Hermina Pandanaran.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.