Ulkus Kaki Diabetik - Awasi kaki Anda

Ulkus Kaki Diabetik - Awasi kaki Anda

Kaki Diabetik merupakan kelainan yang ditandai dengan adanya infeksi, koreng dan atau kerusakan jaringan yang berhubungan dengan adanya kelainan saraf dan aliran darah tungkai bawah pada penderita diabetes. 40-60% tindakan amputasi yang bukan karena kecelakaan, disebabkan oleh penyakit diabetes dan 4-10% penderita diabetes mengalami Kaki Diabetik. Kaki diabetes adalah masalah umum yang diderita penderita diabetes mellitus. Untungnya hal ini dapat dicegah dengan perawatan kaki yang baik dengan perawatan harian yang baik, komplikasi yang timbul akan dapat ditangani sebelum menjadi lebih parah.

Ada 3 macam masalah utama pada kaki diabetes:

  1. Masalah aliran darah
  2. Masalah infeksi
  3. Masalah neuropati (saraf)

Kadar gula yang tinggi dalam darah akan merusak dinding pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah ke ujung-ujung kaki berkurang dan aliran darah yang kurang menyebabkan oksigenasi yang kurang pada jaringan  rusak sehingga menyebabkan terjadinya koreng. Koreng akan sukar sembuh dengan aliran darah yang kurang sehingga koreng menjadi makin dalam. Tanda-tanda Kaki Diabetik yaitu kulit pucat, menipis, mengkilap, jaringan di bawah kulit menipis, rambut di kaki dan jari-jari kaki rontok atau botak, kuku jari kaki menebal dan menguning, serta denyutan nadi di kaki melemah atau menghilang. Kaki juga bisa dirasakan nyeri yang tajam seperti ditusuk-tusuk, terutama setelah beraktivitas

Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter yaitu :

  1. Ankle Brachial Index (ABI), adalah perbandingan tekanan darah lengan dengan tekanan darah kaki
  2. USG Dopler
  3. CT Scan Pembuluh Darah
  4. Angiografi

Hal-hal yang dilakukan untuk menghindari komplikasi yaitu:

  1. Mengontrol kadar gula darah dapat mengurangi kerusakan pembuluh darah dan syaraf. Jika terdapat luka di kaki, kontrol gula darah akan menurunkan kemungkinan diperlukannya amputasi.
  2. Berhenti merokok. Merokok terbukti memperburuk kondisi pembuluh darah dan selanjutnya dapat mengganggu aliran darah ke kaki
  3. Kurangi aktivitas yang dapat melukai kaki. Seperti berjalan tanpa alas kaki, menggunakan kompres panas di kaki
  4. Olah raga yang teratur, seperti Senam Diabetes
  5. Memotong kuku kaki dengan baik, tidak melukai jaringan disekitarnya dan menghaluskan sisi-sisi yang tajam sehingga tidak melukai jari kaki yang lainnya.
  6. Bila terdapat masalah dengan kuku atau jari-jari kaki segera hubungi dokter
  7. Mencuci dan memeriksa kaki setiap hari
  8. Gunakan air hangat dan sabun yang lembut untuk membersihkan kaki.
  9. Keringkan kaki dan gunakan pelembab yang tanpa alkohol atau pewangi yang bersifat iritan terhadap kulit
  10. Periksa seluruh permukaan kaki dengan detail. Jika perlu menggunakan cermin atau minta bantuan anggota keluarga yang lain

Bagaimana bila sudah ada koreng?

Koreng yang hanya dipermukaan kulit:

  1. Dokter akan memersihkan dan membuang kulit dan jaringan yang mati
  2. Jika terdapat infeksi dapat diberikan antibiotik
  3. Penderita harus membersihkan dan mengganti balutan koreng di kakinya 2 kali sehari.
  4. Kaki diusahakan untuk ditinggikan saat duduk
  5. Koreng harus diperiksa oleh dokter ahli sekali seminggu

Koreng yang dalam dan melibatkan otot dan tulang memerlukan perawatan di rumah sakit, karena  memerlukan  pemeriksaan  foto x-ray dan diberikan antibiotik injeksi. Kemungkinan diperlukan tindakan pembedahan untuk membuang tulang yang infeksi. Jika sebagian kaki atau jari-jari mengalami kerusakan sehingga timbul jaringan mati dan busuk mungkin diperlukan parsial amputasi atau amputasi. Penderita Kaki Diabetik dengan gangguan aliran darah ke kakinya akan menerima terapi perbaikan aliran darah mulai dari pemberian obat-obatan, pembedahan maupun tindakan endovaskuler. Penderita perlu untuk banyak belajar dan mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kaki diabetes. Penderita dan dokter harus bekerja sama menjadi satu tim untuk menangani penyakit ini.

Perawatan kaki merupakan faktor terpenting untuk mencegah terjadinya komplikasi ini. Sebelum berkonsultasi dengan dokter,  Sahabat Hermina disarankan mencatat keluhan yang dialami. Mengingat apa yang Sahabat Hermina lakukan sebelum keluhan terasa, apakah Sahabat Hermina mengalami cedera atau tidak. Selain itu, kumpulkan riwayat medis yang lengkap, termasuk riwayat pengobatan atau riwayat penyakit tertentu. Hal ini berguna bagi dokter untuk mendiagnosis penyakit apa yang Sahabat Hermina alami.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.