Yuk Kenali Ciri Tanda Gejala Batu Saluran Kemih dan Cara Mengobatinya

Yuk Kenali Ciri Tanda Gejala Batu Saluran Kemih dan Cara Mengobatinya

Lebih dari 90 persen urine Anda adalah air. Sisanya mengandung mineral, seperti garam, dan produk limbah, seperti protein. Urine pekat sendiri memiliki warna yang bervariasi, mulai dari kuning tua hingga cokelat, tergantung pada jenis limbah dan mineral yang dikandungnya.

Urine pekat sering kali disebabkan oleh dehidrasi atau ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini mungkin karena prostat yang membesar, masalah kandung kemih, atau infeksi saluran kemih (ISK).

Definisi

Batu saluran kemih adalah batu yang tersangkut di saluran kemih, baik itu di ginjal, ureter, maupun uretra. Ini merupakan salah satu penyakit pada sistem urologi manusia.

Batu saluran kemih terbuat dari garam dan mineral dalam urine yang menempel satu sama lain dan membentuk batu. Kebanyakan batunya berupa krikil kecil dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit ketika tetap berada di ginjal.

Batu saluran kemih merupakan penyakit yang cukup banyak terjadi. Bahkan, penyakit ini menempati urutan ke-tiga terbanyak di bidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan penyakit BPH (pembesaran prostat jinak).

Sayangnya, data pasien dengan penyakit batu saluran kemih belum terdata dengan baik di Indonesia. Meski demikian, diperkirakan ada sekitar 0,6% penduduk Indonesia yang menderita batu ginjal yang mungkin berkaitan dengan penyakit ini.

 

Ciri-ciri dan Gejala

  • Nyeri berat di samping dan belakang, di bawah tulang rusuk.

  • Nyeri yang menjalar ke perut bawah dan pangkal paha.

  • Nyeri yang datang dalam gelombang dan berfluktuasi dalam intensitas.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Urine yang berwarna merah muda, merah, atau cokelat.

  • Urine keruh atau berbau tidak sedap.

  • Mual dan muntah.

  • Buang air kecil lebih sering daripada biasanya.

  • Demam dan panas-dingin jika ada infeksi.

  • Buang air kecil dalam jumlah sedikit.

 

Faktor Risiko

  • Riwayat pribadi atau keluarga. Jika seseorang di keluarga Anda memiliki batu ginjal, Anda lebih mungkin untuk terkena batu saluran kemih juga. Apabila Anda juga pernah memiliki satu atau lebih batu ginjal, risiko Anda lebih tinggi untuk terkena batu saluran kemih kembali.

  • Dehidrasi tidak minum cukup air setiap hari dapat meningkatkan risiko seseorang terkena batu saluran kemih. Orang yang tinggal di iklim hangat dan mereka yang banyak berkeringat dapat lebih berisiko daripada lainnya.

  • Diet tertentu. Menjalani diet tinggi protein, sodium, dan gula dapat meningkatkan risiko untuk terkena beberapa jenis batu ginjal (termasuk batu saluran kemih). Risikonya semakin besar apabila Anda diet tinggi sodium. Terlalu banyak sodium dalam diet meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal dan secara signifikan meningkatkan risiko batu saluran kemih.
     

  • Obesitas Body mass index (BMI) alias indeks massa tubuh yang tinggi, ukuran pinggang yang besar, dan kenaikan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu saluran kemih.
     

  • Penyakit pencernaan dan operasi. Operasi bypass lambung, penyakit radang usus, atau diare kronis dapat menyebabkan perubahan pada proses pencernaan yang memengaruhi penyerapan kalsium dan kanker, meningkatkan kadar zat pembentuk batu dalam urine.

  • Kondisi medis lainnya. Penyakit dan kondisi yang dapat meningkatkan risiko batu saluran kemih termasuk asidosis tubulus ginjal, systinuria, hiperparatiroidisme, obat-obatan tertentu dan beberapa infeksi saluran kemih.

 

Diagnosis

  • Tes darah : Tes darah dapat menginformasikan apabila terlalu banyak kalsium atau asam urat dalam darah Anda. Hasil tes darah membantu memonitor kesehatan ginjal dan dapat memungkinkan dokter memeriksa kondisi medis lainnya.

  • Tes Urine : Tes pengumpulan urine 24 jam dapat menunjukkan bila tubuh membuang terlalu banyak mineral pembentuk batu atau terlalu sedikit zat pencegah batu. Untuk tes ini, dokter dapat meminta Anda untuk menjalani dua pengumpulan urine dalam dua hari berturut-turut.

  • Pencitraan. Tes pencitraan dapat menunjukkan batu dalam saluran kemih Anda. Pilihan berkisar dari X-ray perut hingga computerized tomography (CT) berkecepatan tinggi atau berenergi ganda yang dapat menunjukkan adanya batu-batu yang sangat kecil.

  • Prosedur pencitraan lainnya. Meliputi USG, tes non-invasif, dan urografi intravena (intravenous pyelogram), atau pencitraan CT (CT urogram) dengan menggunakan senyawa media kontras yang dapat memperjelas gambaran saluran kemih Anda.

  • Analisis batu yang dikeluarkan. Anda akan diminta untuk buang air kecil melalui saringan yang akan menangkap batu yang keluar. Dokter nantinya akan memeriksa batu tersebut di lab.

 

Pengobatan

  • Minum air. Minum sebanyak 2-3 liter air sehari dapat membantu membersihkan sistem perkemihan Anda. Kecuali jika dokter menganjurkan sebaliknya, minum cukup cairan (terutama air putih) untuk memproduksi urine yang jernih atau hampir jernih.

  • Pereda nyeri. Mengeluarkan batu ginjal dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk meredakan nyeri ringan, dokter dapat menganjurkan pereda nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), acetaminophen (Tylenol, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).

  • Terapi medis. Dokter dapat memberikan obat untuk membantu Anda mengeluarkan batu ginjal. Jenis obat ini, dikenal sebagai alpha blocker, mengendurkan otot-otot di saluran kemih, membantu Anda mengeluarkan batu ginjal dengan lebih cepat dan hanya sedikit nyeri.

  • Prosedur Operasi. Extracorporeal shock wave lithostripsy (ESWL), Operasi pengangkatan batu ginjal, Ureteroskopi, Nefrolitotomi Perkutan (PCNL)

Pencegahan

  • Minum air di sepanjang hari

  • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat

  • Pilih diet rendah garam

  • Kurangi asupan protein hewani

  • Pastikan kebutuhan kalsium terpenuhi dengan baik

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.