Perusahaan

Berita Korporasi
Yuk PCR Swab di RS Hermina!

Yuk PCR Swab di RS Hermina!

Hai sahabat Hermina.. Yuk PCR Swab di RS Hermina! Agar sahabat Hermina lebih tenang beraktifitas sehari hari.... Sahabat Hermina dapat menghubungi RS Hermina terdekat untuk melakukan Swab Test

Pencapaian Indikator Mutu TW II RS HERMINA Pasteur

Pencapaian Indikator Mutu TW II RS HERMINA Pasteur

Pelayanan Bedah Tahun 2020 merupakan pelayanan prioritas yang dipantau oleh RS, pelayanan bedah harus terintegrasi dari semua pemberi pelayanan.. RS HERMINA Pasteur berkomitmen untuk memperhatikan kualitas pelayanan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan indikator mutu pelayanan tersebut.

Medikaloka Hermina Menyelenggarakan e-RUPS Tahunan 2019

Medikaloka Hermina Menyelenggarakan e-RUPS Tahunan 2019

Jakarta, 3 Juni 2020 – PT. Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) pada hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham secara elektronik (e-RUPS) untuk melaporkan kinerja Perseroan di dalam periode laporan audit keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2019 (FY19). Hermina mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,63 triliun, serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 866,6 miliar. Selain itu, laba setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATMI) mencapai Rp 255,4 miliar yang menggambarkan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dari PATMI tahun sebelumnya (FY18). Kinerja yang baik ini melampaui target manajemen yang telah dikomunikasikan ke publik dan dilakukan revisi dua kali, dalam bentuk peningkatan target, pada bulan Juli 2019 dan Oktober 2019. Pada akhir tahun 2019, Perseroan memiliki jumlah tempat tidur operasional sebanyak 4.014 tempat tidur, melampaui target yang ditetapkan saat IPO (Initial Public Offering) satu tahun lebih cepat, yaitu 4.000 tempat tidur operasional di akhir tahun 2020. Di dalam kuartal pertama tahun 2020 (1Q20), Perseroan mulai melihat dampak pandemi Covid-19 terhadap kegiatan bisinis Perseroan. Meskipun dalam situasi yang tidak mudah, Perseroan berhasil beradaptasi dan menghasilkan pertumbuhan pasien, baik pada sektor JKN maupun sektor umum, terutama pada segmen rawat inap. Pada periode yang berakhir 31 Maret 2020 (1Q20), Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 983,9 miliar, meningkat 9,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dan EBITDA sebesar Rp 246,0 miliar, dengan peningkatan EBITDA marjin menjadi 25,0%. Laba bersih mencapai Rp 99,3 miliar, serta PATMI mencapai Rp 71,8 miliar yang menggambarkan pertumbuhan 27,3%. Perseroan memperkirakan situasi seperti ini akan terus berlanjut selama kuartal kedua tahun 2020 (2Q20). Penurunan jumlah prosedur elektif dapat diimbangi dengan peningkatan pasien rawat inap yang memerlukan tatalaksana Covid-19. Saat ini, seluruh rumah sakit dibawah naungan Hermina mampu menerima dan menangani pasien Covid-19. Walaupun Perseroan tidak memberikan target untuk 2Q20, Hermina memperkirakan pertumbuhan tahun 2020 (FY20) akan tetap positif, baik dari segi pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Hermina memasuki era pandemi ini dengan posisi likuiditas yang terbaik, dengan total kas sebesar Rp 745,8 miliar, meningkat dari Rp 593,3 miliar pada FY19. Neraca Perseroan berada pada posisi sehat dengan rasio hutang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,5x. Seluruh fasilitas pinjaman Perseoran dalam kondisi baik, dan Perseroan juga telah memperbaharui fasilitas pinjaman modal kerja milik Perseroan. Hal ini merupakan refleksi dari pandangan baik yang dimiliki oleh lembaga keuangan terhadap ketahanan bisnis Hermina. Hermina telah membuka rumah sakit ke-37 di kota Karawang, yang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama untuk pasien Covid-19. Rencana ekspansi Perseroan pada umumnya tidak mengalami perubahan dengan tiga rumah sakit baru yang saat ini dalam proses pembangunan, termasuk rumah sakit yang berlokasi di Manado dan Kutabumi. Hermina Manado dijadwalkan akan dibuka dalam beberapa bulan ke depan. Perkembangan ini sesuai dengan rencana Perseroan untuk memiliki dan mengoperasikan 40 rumah sakit di akhir 2020. Hermina diperkirakan akan memiliki 4.600 tempat tidur pada akhir tahun 2020. Tentang Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk merupakan salah satu jaringan rumah sakit umum terbesar di Indonesia dengan pengalaman selama 35 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan profesional. Disamping memiliki sejarah yang kuat dalam pelayanan ibu dan anak, Hermina telah mengembangkan diri untuk memberikan layanan spesialisasi kesehatan yang menyeluruh. Sampai dengan 31 Maret 2020, Perseroan telah memiliki 37 rumah sakit yang terdiri dari 8 rumah sakit tipe B dan 29 rumah sakit tipe C dimana terdapat lebih dari 3.800 dokter umum dan spesialis yang tersebar di 24 kota di Indonesia. Terhitung sejak tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Formulir Surat Kuasa RUPS

Formulir Surat Kuasa RUPS

Download disini Download

PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT MEDIKALOKA HERMINA Tbk

PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT MEDIKALOKA HERMINA Tbk

Kontan – Selasa, 12 Mei 2020 – Page 11

PENGUMUMAN PENUNDAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT MEDIKALOKA HERMINA TBK

PENGUMUMAN PENUNDAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT MEDIKALOKA HERMINA TBK

Kontan — Senin, 13 April 2020. Halaman 5.

Menampilkan item 1-8 dari total 19

Siaran Pers
TanggalJudulBerkas
December 20, 2018Rumah Sakit Baru Hermina Mulai Beroperasi di PadangUnduh Berkas
October 31, 2018Hermina Mempertahankan Kinerja Keuangan yang Baik di Kuartal 3 2018 dengan Ma...Unduh Berkas
September 18, 2018Paparan Publik – Hermina Optimis untuk Mencapai Target di 2018Unduh Berkas
August 29, 2018Hermina Membuka Rumah Sakit ke-30 di Jakabaring (Palembang)Unduh Berkas
July 31, 2018Hermina Mengumumkan Laporan Keuangan pada Semester Pertama 2018 dengan Pertum...Unduh Berkas
May 16, 2018Saham Hermina Resmi Tercatat di Bursa Efek Indonesia Unduh Berkas
April 18, 2018PT Medikaloka Hermina Tbk (Hermina) Tawarkan Sebanyak-banyaknya 11,8% Saham k...Unduh Berkas
June 03, 2020Medikaloka Hermina Menyelenggarakan e-RUPS Tahunan 2019 |Unduh Berkas
August 19, 2020Hermina Meraih 18,0% Pertumbuhan Pendapatan di Semester Pertama 2019 | Unduh Berkas
April 30, 2019Hermina Selenggarakan RUPS Tahunan dan Luar Biasa | Unduh Berkas
Menampilkan item 1-10 dari total 12

Pengumuman BEI
TanggalJudulBerkas
May 05, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham TertentuUnduh Berkas
April 27, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham TertentuUnduh Berkas
April 27, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham TertentuUnduh Berkas
April 27, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham TertentuUnduh Berkas
April 13, 2020Laporan Bulanan Registrasi Pemegang EfekUnduh Berkas
April 03, 2020Laporan Informasi atau Fakta Material Keterbukaan Informasi atas Rencana Pemb...Unduh Berkas
March 19, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham TertentuUnduh Berkas
March 17, 2020Laporan Bulanan Registrasi Pemegang EfekUnduh Berkas
February 18, 2020Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu Unduh Berkas
February 04, 2020Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek Unduh Berkas
Menampilkan item 1-10 dari total 72
Pengumuman Laporan Keuangan

Hermina Mempertahankan Kinerja Keuangan yang Baik di Kuartal 3 2018 dengan Marjin EBITDA Sebesar 20,7%

Hermina Mempertahankan Kinerja Keuangan yang Baik di Kuartal 3 2018 dengan Marjin EBITDA Sebesar 20,7%

Jakarta, 31 Oktober 2018 – PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) merilis laporan keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2018 (9M18) dengan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,29 triliun, peningkatan 16,5% dibandingkan dengan pendapatan dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,96 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization / EBITDA) sebesar Rp 474,4 miliar dengan marjin EBITDA stabil sebesar 20,7%. Untuk laba bersih Perseroan mencatatkan hasil sebesar Rp 162 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 147,7 miliar. Pada 9M18, tingkat kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 67% pasien rawat inap dan 48% kunjungan rawat jalan. Meskipun kontribusi kunjungan pasien JKN mencapai setengah dari total pendapatan Perseroan, Hermina mampu mempertahankan marjin yang stabil melalui pemanfaatan skala ekonomis dan efisiensi operasional. Perseroan terus beradaptasi dalam menyusun strateginya untuk menghadapi dinamika tantangan JKN. Hingga 30 September 2018, Hermina telah mengoperasikan sekitar 3.300 tempat tidur dengan Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 64,0%, melayani sebanyak 223.500 pasien rawat inap (peningkatan sebesar 28,6% dibanding 9M17) dan 3,9 juta kunjungan rawat jalan (peningkatan sebesar 19,7% dibanding 9M17). Total hari rawat inap meningkat sebesar 25,9% mencapai 561.200 hari, dengan Average Length of Stay (ALOS) selama 2,5 hari. Rencana ekspansi penambahan rumah sakit berjalan sesuai target dengan beroperasinya Hermina OPI Jakabaring (Palembang) di Bulan Agustus dan Hermina Samarinda pada awal tahun. Pada kuartal ke-4, Perseroan akan menambah satu rumah sakit baru di Padang, dan satu rumah sakit di Jayapura yang sudah mulai operasional beberapa minggu lalu. Rumah sakit tersebut berdiri melalui kolaborasi dengan organisasi Papua setempat dan akan dikelola oleh Hermina. Atas dana yang diperoleh melalui penawaran saham perdana (IPO), Perseroan telah menggunakan 82,8% dari total dana sebesar Rp 1,25 triliun untuk pengembangan rumah sakit baru (25%), pembelian alat medis (7,8%), pembayaran hutang Perseroan (38%), dan pembiayaan operasional umum lainnya (12%). Hingga 9M18, Perseroan telah mengeluarkan Rp 599,6 miliar untuk keperluan capex, yang mencakup penambahan lebih dari 400 tempat tidur operasional di rumah sakit – rumah sakit yang sudah ada. Tentang Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk merupakan salah satu jaringan rumah sakit umum terbesar di Indonesia dengan pengalaman selama 33 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehesif secara optimal dan profesional. Disamping memiliki tradisi yang kuat dalam pelayanan ibu dan anak, Hermina telah mengembangkan diri untuk memberikan layanan spesialisasi kesehatan yang menyeluruh. Per September 2018, Perseroan telah memiliki 30 rumah sakit yang terdiri dari 6 rumah sakit tipe B dan 24 rumah sakit tipe C dimana terdapat sekitar 2.500 dokter spesialis yang tersebar di 18 kota di Indonesia. Pada tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Hermina di Jalur yang Tepat untuk Melewati Capaian yang Telah Ditetapkan

Hermina di Jalur yang Tepat untuk Melewati Capaian yang Telah Ditetapkan

Jakarta, 28 Oktober 2019 – PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) mengumumkan pencapaian keuangannya untuk periode yang berakhir pada 30 September 2019 (9M19) dengan pendapatan bersih sebesar Rp 2,69 Triliun, meningkat sebesar 17,5% dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 (9M18). Perseroan juga melaporkan capaian Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 663,3 Miliar dengan capaian marjin 24,7% merepresentasikan peningkatan yang berkelanjutan, capaian tersebut meningkat 39,8% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Inisiatif penurunan biaya yang telah dimulai sejak semester ke-dua tahun lalu menjadi penopang dalam menghasilkan peningkatan marjin di beberapa kuartal terakhir. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 264,5 Miliar, meningkat 63,3% dari periode yang sama tahun lalu, sementara dari sisi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATMI) meningkat 90,6% y.o.y atau tercatat sebesar Rp 210,1 Miliar. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya porsi PATMI terhadap laba bersih keseluruhan dari yang sebelumnya sebesar 79,4%. Perseroan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target capaian kinerja tahunannya yang telah direvisi pada bulan Juli 2019 lalu. Komposisi bisnis Perseroan yang berasal dari pasien umum (non-JKN) dan pasien JKN menunjukkan tren yang stabil dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, dan penting untuk digaris bawahi bahwa tercatat pertumbuhan yang positif atas jumlah kunjungan pasien umum selama lima kuartal berturut-turut termasuk kuartal ke-tiga 2019 (3Q19) ini. Setengah dari pendapatan bersih berasal dari JKN, namun Perseroan telah berhasil menjaga pencapaian marjinnya melalui pengoptimalan skala ekonomis, perbaikan efisiensi operasional, dan adopsi teknologi. Dengan pengalamannya selama ini Hermina telah terbukti cukup tangguh dalam menghadapi dinamisnya regulasi terkait industri kesehatan. Pertumbuhan pendapatan Perseroan terutama didorong oleh peningkatan produktivitas rumah sakit lama, terlihat dari konsistensi pertumbuhan mencapai double-digit yang berasal dari jumlah rumah sakit yang sama. Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, sepanjang tahun ini Hermina telah menambah sebanyak 483 tempat tidur dengan total jumlah tempat tidur sebanyak 3.861 di 33 rumah sakit semakin mengokohkan Hermina sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dan dengan tingkat hunian tempat tidur (BOR) mencapai 69,6%. Selama periode 9M19, Perseroan telah melayani 277.380 kunjungan rawat inap (peningkatan sebesar 24,1% y.o.y) dan 4,51 juta kunjungan rawat jalan (peningkatan sebesar 16,5% y.o.y). Total hari rawat inap meningkat sebesar 26,7% menjadi 719.815 hari dengan rata-rata jumlah hari inap per pasien (ALOS) selama 2,6 hari. Terdapat empat pembangunan rumah sakit baru yang sedang berjalan dengan capaian tahapan konstruksi yang berbeda. Sejauh ini pembangunan tersebut menunjukkan bahwa Perseroan masih berada di jalurnya dalam mencapai target 40 rumah sakit pada akhir 2020. Perseroan memperkirakan hingga akhir 2019 ini pengeluaran belanja modalnya sebesar Rp 800 Miliar, mencakup kebutuhan ekspansi secara organik dan inorganik, pemeliharaan aset dan bisnis, serta investasi lainnya. Tentang Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk merupakan salah satu jaringan rumah sakit umum terbesar di Indonesia dengan pengalaman selama 34 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehesif dan profesional. Disamping memiliki sejarah yang kuat dalam pelayanan ibu dan anak, Hermina telah mengembangkan diri untuk memberikan layanan spesialisasi kesehatan yang menyeluruh. Per September 2019, Perseroan telah memiliki 33 rumah sakit yang terdiri dari 8 rumah sakit tipe B dan 25 rumah sakit tipe C dimana terdapat lebih dari 3.200 dokter umum dan spesialis yang tersebar di 21 kota di Indonesia. Pada tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Hermina Memulai Tahun 2019 dengan 20,8% Pertumbuhan Pendapatan dan Peningkatan Kinerja

Hermina Memulai Tahun 2019 dengan 20,8% Pertumbuhan Pendapatan dan Peningkatan Kinerja

Jakarta, 28 April 2019 – PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) mencatatkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2019 (1Q19) dengan pendapatan bersih sebesar Rp901,5 miliar, peningkatan sebesar 20,8% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018. Perseroan juga menghasilkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp220,7 miliar dengan marjin yang meningkat menjadi 24,5%. Pencapaian ini menunjukan kenaikan EBITDA sebesar 41,1% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018. Perseroan secara bertahap berhasil meningkatkan marjin berkat inisiasi penurunan biaya yang telah dimulai segera setelah IPO. Laba bersih pada 1Q19 tercatat sebesar Rp74,4 miliar, peningkatan sebesar 46,7% dibandingkan laba bersih pada periode 1Q18. Di dalam kuartal ini, sebanyak 64% kunjungan rawat inap dan 50% pasien rawat jalan merupakan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komposisi bisnis Perseroan yang berasal dari pasien umum (non-JKN) dan pasien JKN terlihat stabil dalam beberapa kuartal terakhir, menunjukan volume pasien umum yang mampu bertahan dan bertumbuh. Walaupun hampir setengah dari pendapatan bersih Perseroan berasal dari pasien JKN, Perseroan mampu menjaga marjinnya dengan menerapkan skala ekonomi, peningkatan efisiensi operasional, dan adopsi teknologi. Hermina terus bertumbuh organik secara stabil dengan menambah kapasitas tempat tidur pada rumah sakit yang telah berdiri untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Per 1Q19, Perseroan mengoperasikan 3.715 tempat tidur di 32 rumah sakit. Tingkat hunian tempat tidur (BOR) berada pada 75,2%, kondisi yang baik mengingat Hermina telah menambahkan sekitar 337 tempat tidur di rumah sakit yang sudah beroperasi. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Perseroan telah melayani 94.390 kunjungan rawat inap (peningkatan 31,9% tahun-ke-tahun) dan 1,58 juta kunjungan rawat jalan (peningkatan 18,4% tahun-ke-tahun). Total hari rawat inap meningkat sebesar 35,7% menjadi 264.950 hari dengan masa hospitalisasi rata-rata (ALOS) selama 2,6 hari. Untuk memenuhi target 40 rumah sakit pada akhir tahun 2020, Perseroan juga akan menambah empat rumah sakit baru pada tahun ini. Proses pembangunan empat rumah sakit tersebut sedang berjalan dengan rencana pembukaan pada paruh kedua tahun 2019. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp800 miliar untuk melakukan ekspansi organik/inorganik, pemeliharaan, dan investasi lainnya. Tentang Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk merupakan salah satu jaringan rumah sakit umum terbesar di Indonesia dengan pengalaman selama 34 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehesif dan profesional. Disamping memiliki sejarah yang kuat dalam pelayanan ibu dan anak, Hermina telah mengembangkan diri untuk memberikan layanan spesialisasi kesehatan yang menyeluruh. Per Maret 2019, Perseroan telah memiliki 32 rumah sakit yang terdiri dari 7 rumah sakit tipe B dan 25 rumah sakit tipe C dimana terdapat lebih dari 3.200 dokter umum dan spesialis yang tersebar di 20 kota di Indonesia. Pada tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Hermina Menghasilkan Kinerja Keuangan di Tahun 2018 dengan Marjin EBITDA yang Stabil sebesar 21,1%

Hermina Menghasilkan Kinerja Keuangan di Tahun 2018 dengan Marjin EBITDA yang Stabil sebesar 21,1%

Jakarta, 31 Maret 2019 – PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”, “Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan auditan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 (FY18) dengan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,06 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 644,5 miliar serta laba bersih sebesar Rp 191,0 miliar. Di tahun 2018, kontribusi jumlah kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 65% dan 49% atas masing-masing rawat inap dan rawat jalan secara keseluruhan. Meskipun secara umum setengah dari pendapatan bersih Perseroan berasal dari JKN, Hermina berhasil menjaga kestabilan marjinnya melalui skala ekonomis dan perbaikan yang konsisten untuk mencapai efisiensi dalam operasionalnya. Perseroan juga telah membuktikan kemampuannya dalam menavigasi tantangan-tantangan yang muncul karena dinamisnya JKN, termasuk tantangan akibat beberapa peraturan yang pernah berlaku pada pertengahan 2018, dengan menerapkan strategi yang diperlukan. Perseroan telah memenuhi targetnya untuk menambah jumlah tempat tidur dengan saat ini memiliki 3.378 tempat tidur operasional tersebar di 32 rumah sakit. Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 65,8% yang terhitung tinggi meski Perseroan terus menambah kurang lebih 600 tempat tidur sepanjang tahun 2018. Melayani 310.200 kunjungan pasien rawat inap (meningkat 27,8% dibanding FY17) dan 5,29 juta kunjungan pasien rawat jalan (meningkat 17,5% dibanding FY17). Total hari rawat inap meningkat sebesar 23,9% mencapai 776.700 hari, dengan Average Length of Stay (ALOS) selama 2,5 hari. Semakin pendek hari ALOS mengindikasikan efisiensi operasional yang tinggi dari rumah sakit Hermina. Selain telah tercapainya target untuk menambah jumlah tempat tidur, Perseroan juga telah merealisasikan rencana ekspansinya dengan menambah dua rumah sakit sepanjang kuartal keempat tahun 2018. Rumah Sakit Hermina Padang telah dibuka sejak 20 Desember 2018, bersamaan dengan telah ditandatanganinya perjanjian akuisisi sebuah rumah sakit di Bandar Lampung, Sumatera. Atas dana yang diperoleh melalui penawaran saham perdana (IPO), hingga saat ini Perseroan telah menggunakan semua dana tersebut sebesar Rp 1,25 triliun. Sepanjang tahun 2018, Hermina telah mengeluarkan Rp 768,7 miliar untuk keperluan Capex. Tentang Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk merupakan salah satu jaringan rumah sakit umum terbesar di Indonesia dengan pengalaman selama 33 tahun dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehesif secara optimal dan profesional. Disamping memiliki tradisi yang kuat dalam pelayanan ibu dan anak, Hermina telah mengembangkan diri untuk memberikan layanan spesialisasi kesehatan yang menyeluruh. Per Desember 2018, Perseroan telah memiliki 32 rumah sakit yang terdiri dari 6 rumah sakit tipe B dan 26 rumah sakit tipe C dimana terdapat lebih dari 3.200 dokter umum dan spesialis yang tersebar di 20 kota di Indonesia. Pada tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Menampilkan item 1-8 dari total 9
Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.