#kandungan

Bolehkah mendengarkan musik saat Hamil?

Pada umumnya  Mendengarkan musik saat hamil dapat memberikan beragam manfaat bagi ibu hamil. Selain dapat meredakan rasa cemas, mendengarkan musik juga membuat ibu hamil lebih rileks dan tenang dalam menjalani masa kehamilan. 
Alunan irama pada musik diketahui dapat memengaruhi pikiran dan suasana hati setiap orang yang mendengarkannya, termasuk ibu hamil. Perubahan hormon yang dialami ibu hamil pada masa kehamilan menimbulkan berbagai keluhan, termasuk rasa cemas dan suasana hati yang tidak stabil.
Bahkan tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa mendengarkan musik saat hamil baik untuk perkembangan janin. Bahkan, tidak jarang yang menganggap satu jenis musik tertentu bisa membuat janin lebih cerdas kelak.
Namun hingga kini, para ahli belum dapat membuktikan bahwa mendengarkan musik pada janin dapat menjadikannya lebih cerdas/ pintar. 
Namun, mendengarkan musik saat hamil dapat memberikan beragam manfaat bagi ibu hamil, diantaranya sebagai berikut;
1. Mengatasi keluhan saat sulit tidur
Perpaduan irama dan lirik dalam musik bisa membuat tubuh dan pikiran ibu hamil lebih rileks. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil yang mendengarkan musik selama 4 minggu berturut-turut memiliki kualitas tidur yang lebih baik daripada mereka yang tidak mendengarkan musik sama sekali.
Penelitian tersebut membuktikan bahwa musik dapat mengatasi keluhan sulit tidur yang dialami ibu hamil.
2. Menjaga kestabilan tekanan darah
Relaksasi yang dihasilkan saat mendengarkan musik, membuat tekanan darah ibu hamil lebih stabil. Efek ini juga dapat mencegah ibu hamil dari komplikasi kehamilan yang dapat terjadi akibat darah tinggi dan salah satunya adalah preeklamsia.
Bila tidak segera ditangani, preeklampsia bisa berkembang menjadi eklampsia yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, baik pada ibu maupun janin.
3. Menghilangkan stres dan cemas
Proses kehamilan sering kali menimbulkan stres dan rasa cemas, terutama bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Stres dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Tidak hanya itu, stres atau bahkan depresi yang dirasakan ibu hamil juga bisa berdampak pada bayi saat lahir kelak, seperti meningkatkan risiko anak terkena ADHD dan bahkan berdampak pada perkembangan kognitifnya.
Mendengarkan musik bisa menjadi solusi bagi ibu hamil untuk mengatasi stres saat hamil. Studi mengungkapkan bahwa mendengarkan musik berirama pelan dan lembut dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi pada ibu hamil.
4. Mengurangi nyeri saat hamil
Selain menstabilkan tekanan darah, efek relaksasi saat mendengarkan musik juga dapat meredakan rasa nyeri yang kerap muncul saat hamil, baik nyeri punggung, nyeri perut, hingga sakit kepala.
Hal ini dapat terjadi karena tubuh secara alami akan menghasilkan hormon endorfin atau pereda sakit alami, termasuk saat Anda mendengarkan musik yang disukai.

Perlu Diperhatikan Saat Memperdengarkan Musik ke Janin
Janin yang diperdengarkan lagu pada masa akhir kehamilan, memang dapat bereaksi dengan menggerakkan tubuhnya. Hal ini membenarkan kemungkinan janin mampu mendengar di dalam perut.
Namun, hal ini tidak membuktikan bahwa paparan musik sejak dalam kandungan dapat meningkatkan kemampuan sistem pendengaran atau perkembangan otak setelah bayi lahir. Selain itu, bukan hanya musik klasik, melainkan semua musik baik untuk didengarkan oleh janin.
Volume suara yang dianjurkan adalah sekitar 50–60 desibel atau tidak boleh lebih dari 65 desibel, yaitu sebesar volume suara normal ketika berbicara. Jika musik didengarkan untuk waktu lebih lama, volume yang disarankan di bawah 50 desibel.
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa suara berisik yang diperdengarkan pada janin untuk waktu yang lama justru dapat memicu kelahiran prematur, berat badan rendah, hingga gangguan pendengaran pada bayi setelah lahir.
Meski belum terbukti dapat meningkatkan kecerdasan bayi, memperdengarkan musik pada bayi dapat membantunya mengenal dan berinteraksi.

Categories