kedokteranjiwa, kejiwaan, gangguan jiwa, psikiater, gangguan makan, spesialiskedokteranjiwa, dokter kejiwaan

Eating Disorders: Mengenal Perilaku Gangguan Makan

Eating disorders adalah kondisi perilaku yang ditandai dengan gangguan makan yang berhubungan erat dengan kesehatan mental. Eating disorders dapat mempengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh melingkupi kesehatan secara fisik, mental, maupun social.

Perilaku gangguan makan ini diderita oleh 5% populasi dunia, kebanyakan penderita eating disorder berada di umur dewasa muda dan banyak diderita oleh wanita. Namun perilaku gangguan makan ini juga diderita oleh pria dan dapat dialami oleh semua umur.

Gangguan makan berkaitan erat dengan pola makan, perubahan berat badan, dan perilaku cemas terhadap makanan. Beberapa penderita gangguan makan menolak untuk makan dan ada juga yang makan dengan jumlah yang banyak. Para penderita gangguan makan ini tidak dapat mengontrol pikiran dan respon mereka terhadap makanan. Hal ini didasarkan pada rasa cemas yang dirasakan secara mental maupun emosional dari penderita.

Beberapa jenis gangguan makan (eating disorders):

  1. Anorexia Nervosa

Anoreksia ditandai dengan perilaku dimana seseorang membatasi asupan makanan untuk masuk kedalam tubuh. Tidak jarang, penderita anoreksia dengan sengaja membiarkan dirinya kelaparan dengan tujuan penurunan berat badan yang membuat dirinya lebih kurus. Penderita anoreksia memiliki obsesi untuk terlihat kurus, meskipun berat badan penderita sudah dibawah normal. Anoreksia menyebabkan penderita mengalami gangguan pada siklus haid bagi wanita, malnutrisi, dehidrasi, kerontokan rambut, constipasi, mudah lelah, stress, dan depresi.

 

  1. Bulimia Nervosa

Bulimia adalah perilaku ketika seseorang makan dengan jumlah yang banyak dan dengan intensitas yang sering, namun takut untuk mengalami kenaikan berat badan. Penderita bulimia memilih untuk memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan. Bahkan ada penderita yang sengaja menyiksa dirinya dengan olahraga berlebihan, dan puasa dengan jumlah jam yang tidak dapat dikontrol. Biasanya penderita bulimia tidak banyak diketahui orang sekitarnya karena penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang normal. Namun, penderita bulimia dapat dilihat gejalanya lewat seringnya pergi ke toilet tepat setelah makan, radang di tenggorokan akibat seringnya memuntahkan makanan. Penderita bulimia dapat memiliki gangguan kesehatan di bagian lambung dan tenggorokan akibat perilaku memuntahkan makanan.

 

  1. Binge-eating disorder

Penderita binge-eating disorder memiliki kesulitan untuk mengontrol pola makan. Mereka mengonsumsi makanan dengan porsi besar, biasanya mereka makan sampai terlalu kenyang, selalu makan meskipun tidak merasa lapar. Namun berbeda dengan penderita bulimia, mereka tidak memiliki keinginan untuk mengeluarkan makanan dari tubuhnya. Penderita binge-eating disorder biasanya mengalami depresi akibat rasa malu karena makan dengan porsi yang banyak. Penderita jenis gangguan makan ini dapat mengalami komplikasi kesehatan seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan gangguan pada jantung.

Perilaku gangguan makan memang erat hubungannya dengan kesehatan mental. Oleh karena itu, perawatan untuk penderita gangguan makan harus dapat menangani seluruh komplikasi yang ada, yaitu secara psikologis, maupun secara fisik. Selain menangani kebutuhan gizi ideal, para penderita gangguan makan dapat dilatih untuk mengubah kebiasaan makan secara sehat, baik pola makan maupun asupan makanan. Sehingga penderita ganguan makan dapat memulihkan kesehatan secara fisik, emosional, dan psikologis.

Jika anda atau orang-orang terdekat sedang mengalami masalah gangguan makan, segera hubungi dokter kesayangan di RS Hermina terdekat yaa!

Categories