tht, lansia

Gangguan Pendengaran pada Lansia

Seiring bertambahnya usia, maka fungsi organ-organ tubuh akan mengalami penurunan. Begitupun dengan fungsi pendengaran. Tidak sedikit lansia yang mengalami kesulitan atau gangguan pendengaran. Tentunya masalah pendengaran ini tidak berbahaya, tetapi sebagian besar menjadi sulit melakukan aktivitas. Proses degenerasi atau penuaan pada indera pendengaran disebut dengan prebiskusis.

 

Apa Penyebab Prebiskusis?

 

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

- Usia

- Jenis kelamin

Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami prebiskusis daripada perempuan. Menurut beberapa penelitian, hal ini disebabkan aktivitas di area bising yang lebih dominan dilakukan oleh laki-laki

- Penyakit penyerta

Seperti Diabetes Melitus, hipertensi, kolesterol tinggi, kadar lemak tinggi (dyslipidemia) dan lain-lain

- Riwayat terpapar suara bising dalam waktu lama

- Obat-obatan tertentu

- Penurunan Fungsi Telinga:

      - Penuaan elastisitas gendang telinga

      - Perubahan jumlah saraf pada telinga

      - Perubahan fungsi auditori/pendengaran di saraf pusat

 

 

Apa Gejala Prebiskusis?

 

Gejala dapat diawali dengan penurunan kemampuan mendengar suara bernada tinggi, lalu kesulitan memahami percakapan terutama di area bising, rasa sakit pada telinga ketika lawan  bicara menaikkan volume suara, hingga keluhan telinga berdenging.

 

Keluhan-keluhan ini muncul secara perlahan dan progresif, sehingga pada tahap awal umumnya tidak akan terasa ada gangguan pendengaran

 

 

Bagaimana Mengurangi Keluhan Prebiskusis?

 

Prebiskusis memang sulit dicegah, tetapi kita dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah ke kerusakan telinga lebih lanjut. Di antaranya dengan cara:

 

1. Hindari Suara Bising

Batasi paparan suara bising seperti suara kendaraan, suara keras dari speaker, dan suara-suara keras lainnya yang terlalu lama

 

2.  Rutin Memeriksakan Telinga

Lakukanlah pemeriksaan rutin telinga ke dokter spesialis THT di rumah sakit terdekat. Dengan mengetahui gangguan pendengaran secara dini, maka dokter akan lebih mudah menentukan terapi yang tepat sesuai penyebabnya, dan mencegah kerusakan indera oendengaran lebih lanjut. Selalu konsultasikan keluhan yang dialami untuk membantu dokter menganalisa masalah pendengaran Anda.

 

3. Gunakan Alat Pelindung Telinga

Apabila Anda bekerja di tempat berisiko terpapar suara bising dalam jangka waktu lama, gunakanlah earplug atau alat pelindung telinga lain selama bekerja. Pekerja di area pabrik, pekerja konstruksi, atau di industri transportasi umunnya memiliki risiko tinggi.

 

4. Lakukan Pola Hidup Sehat

Makanlah makanan bergizi, rendah lemak dan gula. Hal ini membantu mencegah penyakit atau mencegah komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit hipertensi, Diabetes Melitus, dislipidemia, dan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi gangguan indera pendengaran.

 

5.  Berbicara dengan Nada Rendah

Mintalah orang lain untuk berbicara kepada anda dengan suara yang lebih rendah dan jelas.

 

 

Terkadang masalah indera pendengaran pada lansia dapat menyebabkan masalah emosi dan psikologis dari penderitanya. Kesulitan memahami percakapan tentunya akan membuat para orang tua kesulitan untuk berkomunikasi, terutama mereka yang selalu membutuhkan orang lain untuk membantu melakukan aktivitas sehari-hari

 

Untuk itu, apabila Anda atau orang tua Anda mulai mengalami keluhan-keluhan yang telah disebutkan, lakukanlah pemeriksaan fungsi pendengaran ke dokter spesialis THT sedini mungkin.

 

 

 

Categories