internist, ayah dan ibu, lansia

Gejala Penyakit Usus Buntu

Appendix vermiformis atau sering “disalahistilahkan” sebagai usus buntu, merupakan usus berbentuk tabung yang menyerupai umbai cacing terletak pada perut kanan bawah atau abdomen (right lower right quadrant) yang fungsinya masih belum diketahui secara pasti, meskipun beberapa menyebutkan sebagai bagian dari sistem imun atau pertahanan usus, struktur vestigial atau organ sisa yang sudah kehilangan fungsi pokoknya, bahkan sering menjadi tempat bersembunyi bakteri (flora normal usus).

 

Usus buntu yang meradang atau dikenal sebagai appendicitis merupakan salah satu penyebab nyeri perut kanan bawah, terjadi pada 10% populasi, dan memerlukan tindakan operatif segera.

 

Appendicitis dapat terjadi akibat sumbatan lumen oleh fecalith (feces yang mengeras), biji-bijian yang tidak tercerna, cacing, kelenjar getah bening appendix yang membesar (lymphoid hyperplasia), atau appendix yang menekuk (kinking) akibat penggantung appendix (mesoappendix) terlalu pendek.

 

Kenali Gejala Sesuai Perjalanan Penyakit Appendicitis

Pada fase awal bendungan lumen appendix, penderita akan merasakan sensasi tidak nyaman atau nyeri disekitar pusar atau ulu hati. Bendungan lumen ini mengakibatkan gangguan drainase mukus (getah atau lendir usus) pada lumen appendix, akibatnya appendix teregang dan timbul refleks mual atau muntah.

 

Timbunan mukus dalam lumen terus bertambah, mengakibatkan tekanan lumen appendix meningkat dan menekan pembuluh darah pada dinding appendix, sehingga appendix menjadi kekurangan suplai oksigen dan mengalami iskemia. Pada fase ini nyeri perut dirasakan bergeser dari sekitar pusar ke kanan bawah.

 

Timbunan mukus dalam lumen menjadikan flora normal usus (E. Colli, Bacteroides Fragilis) tumbuh pesat dan dapat menimbulkan gejala infeksi yang bermakna ditandai dengan timbulnya demam dan meningkatnya sel darah putih (lekositosis) pada pemeriksaan laboratorium darah.

 

Dinding appendix yang iskemi menjadi rapuh dan bocor, akibatnya isi lumen appendix (berupa mukus) keluar kedalam rongga perut dan menimbulkan rangsang peritoneum (selaput pembungkus usus) yang dikenal sebagai Mcburney Sign dan diperparah dengan goncangan, gerakan, atau batuk.

 

Gejala lain yang dapat ditemui antara lain, diare dan disuria (anyang anyangan, kencing merasa tidak tuntas, perasaan ingin kencing berkali-kali).

 

Jika Sahabat Hermina merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat diperiksa dan segera ditangani sebelum menjadi berbahaya.

Categories