vaksin, dokteranak

Jangan Lewatkan Imunisasi Anak

Imunisasi dasar sangat penting untuk anak, karena sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang sempurna. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia merekomendasikan beberapa vaksinasi lengkap untuk anak di atas usia tertentu. Waktu dan metode vaksinasi juga bervariasi, ada yang dimulai saat lahir atau setelah anak berusia beberapa bulan. Agar Sahabat Hermina tidak salah jadwal dalam memberikan imunisasi dasar pada anaknya, kita simak selengkapnya di bawah ini!

Apa itu imunisasi dasar?
Keluarga yang sehat adalah dambaan setiap keluarga, terutama kesehatan buah hati. Vaksinasi adalah cara yang terbukti untuk mencegah penyakit menular yang mematikan. Dengan memvaksinasi anak, kita dapat melindungi anak kita karena bayi dan anak kecil sangat rentan terhadap beberapa penyakit.
Vaksin adalah jenis bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau dibunuh untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dengan membuat antibodi di dalam tubuh. Antibodi ini melindungi tubuh di masa depan. Tubuh kebal terhadap penyakit tanpa harus tertular terlebih dahulu. Tidak seperti pengobatan, vaksinasi adalah cara untuk mencegahnya.
Di Indonesia dikenal konsep imunisasi rutin lengkap, terbagi menjadi imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan tergantung pada usia anak. Imunisasi primer pada anak merupakan tindakan pencegahan dan vaksinasi lanjutan yang paling penting untuk menjaga kekebalan tubuh agar tetap optimal di masa tua.

tujuan vaksinasi
Tujuan vaksinasi adalah untuk memperoleh imunitas atau kekebalan tubuh seorang anak dan memberantas penyakit pada penduduk suatu daerah atau negara. Setidaknya 70% populasi wilayah atau negara harus divaksinasi. Yang tak kalah pentingnya adalah pasca imunisasi (vaksin penguat), yang harus dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk meningkatkan kekebalan penduduk.
Dengan memvaksinasi anak, tubuh lebih mampu menahan dan mengatasi penyakit menular. Dan ketika beberapa orang dalam satu kelompok kebal terhadap suatu penyakit, penyakit itu semakin sulit menyebar dan menyebar ke orang yang tidak divaksinasi. Ini disebut kekebalan kawanan atau herd immunity. Jenis dan manfaat vaksinasi
Untuk lebih memahami pentingnya mematuhi jadwal imunisasi dasar anak, berikut adalah manfaat dari setiap vaksin anak yang direkomendasikan:


Vaksinasi hepatitis B untuk mencegah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B, yang dapat menyebabkan penyakit ringan yang berlangsung beberapa minggu atau penyakit serius yang berlangsung seumur hidup.
Vaksinasi polio untuk mencegah penyakit polio pada anak. Kebanyakan orang yang terinfeksi polio memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, beberapa infeksi bisa menjadi sangat serius dan menyebabkan kelumpuhan atau imobilitas pada beberapa bagian tubuh, seperti lengan, kaki, atau otot pernapasan. Tidak ada obat untuk infeksi polio. Vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis atau tuberkulosis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis.
Vaksin DPT merupakan vaksin kombinasi yang mencegah tiga penyakit yaitu difteri, batuk rejan dan tetanus.
Vaksinasi PCV untuk mencegah penyakit seperti radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia).
Vaksin rotavirus untuk melindungi anak dari gastroenteritis (radang lambung dan usus), yang berhubungan dengan gejala seperti diare akut, muntah, demam, sulit makan dan minum, dan sakit perut.
Vaksin flu untuk mencegah penyakit flu yang menyerang saluran pernapasan.
Vaksinasi MR/MMR untuk mencegah campak, rubella dan gondongan. Vaksinasi Japanese ensefalitis (JE) untuk mencegah ensefalitis.
Vaksinasi terhadap varicella atau varicella.
Vaksin hepatitis A untuk mencegah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
Vaksin tifus polisakarida untuk mencegah tifus.
Vaksin HPV untuk mencegah human papillomavirus, yang menyebabkan infeksi kulit termasuk kutil kelamin. Apa yang terjadi jika Anda tidak divaksinasi?
Anak-anak yang tidak divaksinasi berisiko lebih besar mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Hal ini dikarenakan tubuh tidak memiliki sistem pertahanan khusus yang dapat melindungi tubuh terhadap beberapa penyakit berbahaya yaitu bakteri 

Categories