stroke, kesehatan, saraf, gejala stroke

KENALI GEJALA STROKE

Menurut data dari WHO menginfokan bahwa stroke menjadi peringkat kedua penyumbang kematian terbanyak pada tahun 2018. Stroke paling berisiko pada lansia berusia diatas 65 tahun tetapi dua puluh lima persen stroke terjadi pada lansia berusia dibawah 65 tahun. Pencegahan lebih baik dilakukan dengan mengenali gejala awal stroke agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengertian Stroke

Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Definisi menurut WHO, Stroke adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.

Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya sebagian otak tidak mendapatkan  pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan.

Faktor Risiko

Dapat dimodifikasi

  1. Hipertensi
  2. Diabetes Melitus
  3. Hiperkolesterol
  4. Penyakit jantung
  5. Obesitas
  6. Gaya hidup tidak sehat

Tidak dapat dimodifikasi

  1. Genetik/ keturunan
  2. Usia tua
  3. Jenis kelamin ( laki-laki lebih berisiko dibanding perempuan)
  4. Ras (Afrika-amerika)

Tipe Stroke

  1. Sumbatan / Iskemik
  2. Perdarahan / Hemoragik

Gejala Stroke

  1. Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi)
  2. Sulit menelan air dan tersedak saat makan secara tiba-tiba
  3. Kelemahan separuh anggota tubuh secara tiba-tiba
  4. Bicara pelo / tidak dapat bicara / tidak dapat mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung secara tiba-tiba
  5. Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh secara tiba-tiba
  6. Rabun, pandangan satu atau kedua mata kabur secara tiba-tiba
  7. Sakit kepala hebat secara tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya
  8. Gangguan keseimbangan, seperti rasa berputar dan gangguan koordinasi seperti tremor/gemetar, sempoyongan

Pemeriksaan Penunjang

  1. CT-scan kepala
  2. MRI kepala
  3. EKG
  4. TCD dan carotid doppler
  5. Pemeriksaan laboratorium

Tatalaksana

  1. Stroke iskemik:
  • Memperbaiki aliran darah ke otak (reperfusi) menggunakan rt-PA (recombinant tissue plasminogen activator). Syarat pemberian 3 – 4,5 jam setelah  onset penyumbatan
  • Mencegah terjadinya trombosis dengan pemberian antiplatelet atau antikoagulan
  • Proteksi neuronal / sitoproteksi
  1. Stroke hemoragik
  • Pengelolaan konservatif untuk perdarahan dengan pemberian asam traneksamat
  • Pengelolaan operatif sesuai indikasi

Pencegahan

  1. Kontrol tekanan darah, kolesterol
  2. Lakukan olahraga 5 kali seminggu minimal 30 menit
  3. Makan makanan seimbang dan sehat (perbanyak buah, sayuran, kurangi garam)
  4. Pertahankan berat badan ideal
  5. Berhenti merokok dan hindari asap rokok
  6. Tidak konsumsi alkohol
  7. Periksa dan obati penyakit jantung
  8. Kurangi risiko diabetes
  9. Istirahat cukup
  10. Kelola stress
  11. Cari pengetahuan tentang stroke

Penanganan dan Perawatan Stroke di Rumah

  1. Berobat teratur
  2. Minum obat sesuai anjuran dokter
  3. Bantu pasien melatih gerakan otot dan sendinya
  4. Bantu kebutuhan pasien
  5. Motivasi pasien agart tetap bersemangat dalam latihan fisik
  6. Periksa tekanan darah secara teratur

Jika sudah mengalami gejala awal stroke diatas segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk penanganan dan pengobatan lebih lanjut

Categories