tipsparenting, psikolog anak, psikolog

Kenali Pola Parenting Yang Tepat Untuk Mendidik Anak Menurut Psikolog

Parenting secara harfiah, arti parenting adalah pengasuhan anak. Dengan demikian, parenting style bisa dimaknai sebagai pola asuh anak. Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam  Jurnal Frontiers In Psychology, pengertian parenting menurut para ahli adalah sikap dan perilaku orangtua terhadap anak-anak beserta perasaan emosional di mana perilaku orangtua dapat diekspresikan. Selain itu, sebagian para ahli lain juga memiliki pandangannya tersendiri terkait arti parenting.

Ilmu pengasuhan atau parenting edukasi yang dilakukan orang tua untuk menyiapkan anak memiliki kompetensi yang dibutuhkan agar siap hidup di masyarakat. Dengan dilandasi oleh pemikiran akan pentingnya fungsi dan peran orang tua dalam mendidik anak serta pentingnya keterhubungan orang tua dengan lembaga pendidik.

 

Mengapa Ilmu parenting itu penting untuk orang tua ? Berikut penjelasannya :

    • Membantu dalam mendidik serta mengasuh anak anda secara baik dan benar
    • Membantu mengenal pribadi anak
    • Meningkatkan kepercayaan diri sebagai orang tua
    • Menguasai dasar-dasar pengasuhan anak
    • Membantu anda dalam mengatasi masalah anak anda
    • Membantu anda untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab

 

                Pola asuh anak yang dilakukan orang tua bisa berubah-ubah tergantung dari berbagai faktor.Misalnya, orang tua yang mempraktikkan uninvolved parenting bisa saja tidak melakukan pola asuhnya dengan sengaja, tapi karena ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti kesehatan mental yang butuh perawatan dan harus bekerja siang malam demi menghidupi keluarga.

 

Berikut merupakan jenis – jenis pada pola asuh parenting, yaitu :

  1. Authoritarian parenting (pola asuh otoriter)

 

Merupakan orang tua yang menjalani pola asuh otoriter, memastikan anaknya mengikuti semua aturan ketat dari ayah dan ibunya. Jika anak gagal mengikuti aturan, hukuman tegas biasanya akan langsung diberikan.

 

  1. Authoritative parenting (pola asuh otoritatif)

 

Meruapakan sama seperti orang tua yang menganut pola otoriter, ayah dan ibu yang menjalani pola asuh otoritatif juga berekspektasi anaknya mengikuti aturan mereka. Namun, secara garis besar, gaya parenting ini jauh lebih demokratis.Orang tua otoritatif mau mendengarkan pertanyaan anak dan responsif terhadap segala hal yang dilakukan mereka.Orang tua yang menganut pola asuh ini memang memiliki ekspektasi yang tinggi pada anak, tapi di saat yang bersamaan juga memberikan dukungan, kehangatan, dan berinteraksi dengan anak,

 

  1. Permissive parenting (pola asuh permisif)

 

Orangtua yang menjalani pola asuh permisif mempunya ciri-ciri sebagai berikut :

 

  • Sangat jarang atau bahkan tidak pernah memiliki ekspektasi tertentu pada anak
  • Jarang mendisiplinkan anak
  • Responsif terhadap hal-hal yang dialami anak
  • Sifatnya nontradisional dan memberikan banyak kelonggaran pada anak
  • Cenderung menghindari konfrontasi
  • Komunikatif
  • Lebih banyak memposisikan diri sebagai teman bagi anaknya.

 

  1. Uninvolved parenting (pola asuh membiarkan)

 

Merupakan pola asuh yang terakhir adalah pola asuh membiarkan atau uninvolved parenting. Orangtua yang menjalaninya hampir tidak memiliki ekspektasi untuk anaknya.Mereka juga tidak responsif dan hampir tidak pernah berkomunikasi dengan anak.Meskipun orang tua tersebut tetap memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti menyediakan tempat tinggal yang layak, makanan yang cukup, dan uang untuk keperluan sekolah dan lain-lain mereka tidak terlibat dalam kehidupan buah hatinya.

 

  1. Overprotective parenting (pola asuh overprotektif)

 

Overprotective parenting ditandai dengan orangtua yang terlalu sering mengarahkan atau mengontrol tindakan anak mereka. Orangtua yang overprotektif ingin memastikan kesejahteraan anak, tetapi upaya mereka dapat mengganggu atau bahkan merugikan buah hatinya.Pola asuh ini dinilai bisa memicu masalah dalam keluarga dan menghambat perkembangan anak secara keseluruhan.

 

 

                Adapun positif parenting adalah pola asuh yang dilakukan dengan cara menerapkan prinsip suportif, konstruktif, dan menyenangkan.Suportif artinya memberi perlakuan yang mendukung perkembangan anak. Sementara itu, konstruktif berarti bersikap positif dengan menghindari kekerasan atau hukuman dan dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

 

            Prinsip dari pengasuhan positif ini, yakni Anda mengajarkan anak disiplin dengan tidak memberinya hukuman. Namun, justru dengan cara memberitahu anak mana perilaku yang salah dan benar.Ia percaya bahwa anak-anak memiliki kebutuhan yang nyata untuk merasa terhubung dengan orang-orang di sekitar mereka.Ketika anak-anak berada di lingkungan yang responsif dan interaktif, mereka cenderung akan lebih berkembang.

 

 

                Pola asuh anak ini perlu dilakukan oleh setiap orangtua dalam memberikan dukungan untuk kesuksesannya pada masa depan.Jadi, wajar saja jika pada awalnya Anda merasa ragu apakah pendekatan ini akan berjalan dengan lancar dan efektif untuk mendidik anak.Namun, hal ini lebih baik bila dibandingkan dengan konsep yang memberi hukuman agar anak menuruti orangtua.

 

Bagaimana cara melakukan positive parenting ?

 

Prinsip dasar positive parenting ialah menghargai anak dan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab.

 

Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan saat menerapkan positive parenting :

 

  1. Menetapkan batasan
  2. Menciptakan lingkungan yang nyaman
  3. Memahami perasaan anak
  4. Hindari menghukum anak
  5. Bersikap tegas

 

Kesimpulan :

Dengan positive parenting, anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, seperti percaya diri, mandiri, disiplin, bertumbuh sesuai dengan usianya tanpa ada tekanan, serta bebas dari intimidasi dan rasa takut. Apabila ingin berkonsultasi dengan Psikolog untuk jadwal dapat menghubungi 0821-3552-2454

Categories