lupus, keluarga, dewasa, anak-anak

KETAHUI LEBIH LANJUT SEPUTAR PENYAKIT LUPUS

                                                                                                                                                                      KETAHUI LEBIH LANJUT SEPUTAR PENYAKIT LUPUS

Tubuh kita memiliki sistem imun yang berfungsi melawan serangan/infeksi dari luar yang mengancam, misalnya bakteri, virus, atau jamur. Namun pada beberapa kondisi sistem ini berlebihan dan tak mampu membedakan sel-sel tubuh yang normal dan yang sel-sel yang patogen  sehingga justru membahayakan tubuh sendiri. 

Penyakit lupus adalah penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun tubuh memproduksi antibodi yang justru menyerang jaringan sehat pada orang itu sendiri seolah-olah merupakan benda asing, seperti virus atau bakteri. Normalnya, sistem imun akan mendeteksi dan melawan benda asing atau antigen yang masuk dan bisa membahayakan tubuh, sehingga akan melindungi tubuh dari infeksi.

Istilah medis penyakit lupus adalah systemic lupus erythematosus atau SLE. Lupus adalah masalah kesehatan yang kompleks dan mempengaruhi orang secara berbeda-beda. Penyakit ini bisa mempengaruhi sendi dan kulit, bisa juga pembuluh darah hingga organ-organ dalam.

Gejala

  • Kelelahan ekstrem
  • Demam berkepanjangan
  • Sendi nyeri, kaku, dan bengkak
  • Sariawan yang berulang
  • Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah yang menutupi pipi dan pangkal hidung
  • Lesi kulit yang terjadi karena paparan sinar matahari
  • Jari tangan dan kaki memutih atau membiru saat terkena dingin atau selama periode stres
  • Sesak napas
  • Sakit dada terutama ketika mengambil napas panjang dan berbaring
  • Mata kering
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Hilang ingatan

Penyebab

Penyebab pasti penyakit lupus tak diketahui. Namun ada beberapa potensi pemicunya, seperti:

  • Genetik: riwayat lupus dalam keluarga membuat orang lebih rentan terkena penyakit ini
  • Infeksi: infeksi tertentu bisa menimbulkan lupus atau membuat lupus kambuh
  • Sinar matahari: paparan sinar matahari bisa memicu lupus dan menyebabkan lesi pada kulit
  • Hormon: diduga ada kemungkinan hormon estrogen sebagai pemicu lupus karena banyak wanita mengalami gejala lupus sebelum periode menstruasi dan/atau selama kehamilan saat produksi estrogen tinggi
  • Obat-obatan: obat tertentu, seperti obat antikejang dan antibiotik, dapat memicu gejala lupus

Lupus tidak menular dan bukan termasuk kanker, lupus dapat menyerang berbagai organ sehingga gejalanya bervariasi, lupus dapat dikendalikan, Sebagian besar lupus sering mengenai wanita pada usia produktif.

Pencegahan Penyakit Lupus

Ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah diri dari serangan penyakit lupus dengan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan gejalanya. Beberapa cara pencegahannya, antara lain:

  • Batasi paparan sinar matahari, terutama pada siang hari.
  • Hindari stres dan konsumsi beberapa obat-obatan.
  • Pastikan untuk menerapkan pola hidup sehat.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Lakukan diet nutrisi.
  • Kembangkan teknik manajemen stres, seperti meditasi dan yoga.
  • Istirahat yang cukup setiap malam, kurang lebih tujuh hingga sembilan jam lamanya.

Pengobatan Penyakit Lupus

SLE tidak bisa disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada pengidap SLE. Beberapa dekade lalu penyakit ini bahkan dipandang sebagai penyakit terminal atau tidak memiliki harapan sembuh sehingga bisa berujung pada kematian.

Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya pengidap pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE. Namun, kini obat-obatan untuk SLE terus berkembang, sehingga dapat membantu hampir semua pengidapnya bisa hidup normal, atau setidaknya mendekati tahap normal.

Selain itu, bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para pengidap SLE dalam menghadapi penyakit ini.

Categories