kankerrahim, endometriosis, perempuan

Waspada, Nyeri Hebat Saat Haid Pemicu Kemandulan !

         Sekarang ini semakin banyak wanita usia produktif yang mengalami nyeri hebat saat haid tanda awal endometriosis. Masalahnya, endometriosis yang cukup parah bisa mengganggu kesuburan wanita penderitanya, sehingga sulit mendapatkan anak (infertilitas). Endometriosis mengganggu kerja sistem reproduksi dengan menutup indung telur, membuat kaku saluran falopi ketika menangkap sperma dan memicu antibodi menyerang sperma.

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Dalam keadaan normal, jaringan dinding rahim akan menebal ketika Anda akan mengalami masa subur. Hal ini terjadi sebagai persiapan agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan. Bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah. Nah, saat itulah Anda mengalami haid.

Beberapa Kemungkinan Penyebab Endometriosis

1. Haid Retrograde

Haid dua arah (tertrograde) terjadi ketika sel endometrium dan jaringan yang seharusnya terbuang ke vagina juga ikut mengalir ke arah leher rahim (serviks) dan tuba falopi. Setelah itu, menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis, tumbuh, terus menebal dan berdarah sepanjang siklus haid. Dalam banyak kasus, haid retrograde ini menjadi penyebab endometriosis yang paling sering terjadi.

2. Perubahan Sel Embrio

Sel embrio menghasilkan sel yang melaipisi perut dan rongga panggul. Apabila satu atau beberapa area kecil dari lapisan perut berubah menjadi jaringan endometrium, hal ini bisa jadi penyebab endometriosis. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh hormon estrogen yang tidak seimbang.

3. Gangguan Sitem Imun

Sistem imun memiliki masalah yang membuatnya tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.

4. Bekas Luka Bedah

Jika pernah menjalai operasi, seperti histerektomi atau operasi Caesar, implantasi bekas operasi yang terbentuk dapat membuat sel menempel sehingga bisa jadi penyebab endometriosis.

5. Pengedaran Sel Endometrium Oleh Pembuluh Darah

Endometrium dapat dihantarkan oleh pembuluh darah atau cairan jaringan ke bagian tubuh lainnya, sehingga bisa jadi penyebab endometriosis.

 

Gejala Endometriosis

Kebanyakan wanita dengan endometriosis tidak menunjukkan gejala apapun, namun, ketika itu terjadi gejala endometriosis dapat berupa:

  • Nyeri panggul yang lebih hebat selama menstruasi
  • Sakit saat berhubungan
  • Pendarahan di luar siklus menstruasi
  • Volume darah berlebihan saat menstruasi
  • Sakit saat buang air besar atau air kecil
  • Infertilitas atau kemandulan
  • Diare
  • Mual
  • Perut kembung

 

Pengobatan Endometriosis

Tidak ada obat khusus yang bisa mengobati endometriosis. Namun, gejala sering dapat dikelola dengan obat penghilang rasa sakit atau obat hormon, yang membantu agar aktifitas sehari-hari menjadi tak terganggu. Pembedahan untuk mengangkat jaringan endometriosis kadang-kadang diperlukan untuk memperbaiki setiap gejala yang muncul termasuk gangguan kesuburan. Tindakan operasi yang umum dilakukan adalah:

  1. Laparoskopi - Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis atau membakar jaringan tersebut menggunakan laser atau arus listrik. Prosedur ini biasanya dilakukan bagi penderita yang masih ingin memiliki keturunan anak.
  2. Histerektomi - Prosedur ini merupakan operasi pengangkatan rahim, serviks, dan kedua ovarium. Setelah prosedur ini, pasien tidak bisa hamil lagi serta memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah.
  3. Laparotomi - Prosedur ini dilakukan untuk mengakses organ yang terkena dan mengangkat jaringan endometriosis.

Untuk sahabat hermina jika mengalami gejala seperti diatas jangan panik ya. sahabat bisa konsultasi dan percayakan kepada dokter spesialis kandungan rumah sakit hermina samarinda. salam sehat

Categories