Pola Makan dan Gizi yang Baik pada Anak untuk Cegah Stunting
Pola Makan dan Gizi yang Baik pada Anak untuk Cegah Stunting
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.
Ciri Ciri Stunting
- Pertumbuhan melambat
- Pertumbuhan gigi terhambat
- Berat badan tidak naik / turun
- Anak mudah terserang berbagai penyakit infeksi
- Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
- Kemampuan fokus & memori belajar buruk
Penyebab Stunting
- Mengalami kekukarangan gizi sejak masa kehamilan
- Berat badan bayi lahir rendah < 2500 gr (2,5 kg)
- Tidak mendapatkan ASI eksklusif
- Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan & gizi
- Kurangnya akses mendapatkan makanan bergizi
- Melewatkan imunisasi
- Kurangnya akses air bersih dan sanitasi
Bagaimana Cara Pencegahan Stunting?
- Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
- Beri ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
- Berikan MPASI adekuat
- Terus memantau tumbuh kembang anak di Posyandu
- Berikan imunisasi lengkap
- Selalu jaga kebersihan lingkungan
Intervensi dengan sasaran Ibu Hamil, Intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting.
- Makanan berbagai lauk -pauk
- Tablet Besi minimal 90 butir dan asam folat & Mengatasi kekurangan iodium.
- Imunisasi ibu hamil imunisasi Tetanus Toksoid (TT), pemberian makanan tambahan pada ibu hamil,
- Kontrol kehamilan minimal 4x. Menanggulangi kecacingan pada ibu hamil.
Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 0-6 Bulan
- Proses persalinan sebaiknya di bidan atau dokter terlatih
- Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
- Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan
- Rutin mengecek tumbuh kembang bayi ke posyandu
- Imunisasi
Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 6-24 bulan
- Makanan: ASI + MP ASI (buku KIA)
- Berikan kapsul vitamin A setahun 2 kali
- Berikan imunisasi lengkap
- Menyediakan obat cacing.
- Menyediakan suplementasi zink.
- Melakukan fortifikasi zat besi ke dalam makanan.
- Melakukan pencegahan dan pengobatan diare.
- Pemberian MPASI yang bergizi dan kaya protein hewani :
- Umur 6-8 bulan: 2 x/hari atau lebih;
- Umur 9-23 bulan: 3 x/hari atau lebih.
- Untuk bayi 6-23 bulan yang tidak diberi ASI: 4 x/hari atau lebih.
MPASI ADEKUAT MPASI yang diberikan dengan mempertimbangkan jumlah, frekuensi dan tekstur.
Variasi bahan makanan dalam MPASI terdiri dari SUMBER KARBOHIDRAT, SUMBER PROTEIN, SUMBER LEMAK dan mulai diperkenalkan buah, sayur serta protein nabati.
Refrensi
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1673/stunting-vs-wasting-pada-anak