Terapi Trombolitik untuk Pasien Stroke: Mengatasi Darurat Medis dengan Cepat dan Efektif

Terapi Trombolitik untuk Pasien Stroke: Mengatasi Darurat Medis dengan Cepat dan Efektif

Stroke adalah kondisi medis yang serius yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik). Terapi trombolitik telah menjadi terobosan besar dalam penanganan stroke iskemik, membantu mengurai gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah otak dan mengembalikan aliran darah normal. Artikel ini akan menjelaskan tentang terapi trombolitik untuk pasien stroke sumbatan, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, serta risiko dan pertimbangan yang terkait.

 

  • Cara Kerja Terapi Trombolitik

Terapi trombolitik, seperti alteplase (juga dikenal sebagai rtPA), bertujuan untuk mengurai gumpalan darah atau trombus yang menyumbat pembuluh darah otak. Ini dilakukan dengan menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah atau melalui infus intravena. Alteplase bekerja dengan mengaktifkan plasminogen, yang kemudian mengubahnya menjadi plasmin. Plasmin adalah enzim yang mengurai fibrin, protein utama dalam gumpalan darah, sehingga membantu membuka pembuluh darah yang tersumbat.

 

  • Manfaat Terapi Trombolitik

1. Pemulihan Fungsi Otak: Memulihkan aliran darah normal ke area otak yang terkena dapat mengurangi kerusakan otak yang terkait dengan stroke dan meningkatkan kemungkinan pemulihan fungsi otak.

 

2. Mengurangi Disabilitas: Pemberian terapi trombolitik dalam waktu yang tepat dapat mengurangi risiko disabilitas jangka panjang dan meningkatkan prospek pemulihan pasien.

 

3. Peningkatan Kesempatan Bertahan Hidup: Penanganan cepat dengan terapi trombolitik dapat meningkatkan kesempatan bertahan hidup pasien setelah stroke.

 

  • Risiko dan Pertimbangan

Meskipun terapi trombolitik memiliki manfaat yang signifikan, ada beberapa risiko dan pertimbangan yang terkait, termasuk:

 

- Risiko Perdarahan: Terapi trombolitik dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama perdarahan di otak.

- Waktu Penanganan: Terapi trombolitik harus diberikan dalam waktu yang sangat singkat setelah terjadinya stroke untuk efektivitas yang maksimal, biasanya dalam 4,5 jam setelah onset gejala.

- Kontraindikasi: Terapi trombolitik mungkin tidak sesuai untuk semua pasien, seperti pasien dengan riwayat perdarahan internal, trauma kepala baru-baru ini, atau operasi besar dalam 14 hari terakhir.


Terapi trombolitik telah menjadi tonggak dalam penanganan stroke iskemik, membantu mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan prospek pemulihan pasien. Namun, penting untuk diingat bahwa terapi ini harus diberikan dalam waktu yang sangat singkat dan memiliki kriteria khusus. Diskusikan risiko dan manfaat terapi trombolitik dengan dokter Spesialis Saraf di Rumah Sakit Hermina OPI Jakabaring untuk membuat keputusan terbaik tentang penanganan stroke.

Cookie membantu kami memberikan layanan kami. Dengan menggunakan layanan kami, Anda menyetujui penggunaan cookie kami.